Top Picks
Wabub Kutim Sampaikan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2021 Nasiruddin Gelar Penyebarluasan Perda Bantuan Hukum di Desa Masalap Raya Cinema PusdaBon: Wahana Nonton Edukatif di Perpustakaan Bontang, Gratis untuk Pelajar Selama Liburan! Pelayanan Diatas Rata-rata, Ombusment RI Berikan Penghargaan Ke Perpurnas DKP Paser Bersaing di Level Nasional Langganan Banjir, DPK Kaltim Hanya Gunakan Rak Buku Bagian Atas

Wacana Enam DOB Di Kaltim

fokuskaltim.co - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Kaltim HM Jauhar Efendi menerima kunjungan Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukkan Daerah Otonomi Baru Kaltim.

Audiensi dipimpin Ketua Harian Forkoda Kaltim Majedi Darham didampingi Dewan Pakar Forkoda Kaltim Aji Sofyan, serta delegasi masing-masing calon DOB kabupaten dan kota.

Saat audiensi, Jauhar Efendi menyampaikan Pemprov Kaltim menunggu hasil kajian dan persetujuan pemerintah daerah setempat (bupati/walikota dan DPRD).

"Kajian ilmiah sesuai kewenangan gubernur. kita juga melakukan penelitian rasionalitas dan lainnya," kata Jauhar Efendi di ruang kerjanya, lantai 6 Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu.

Intinya, tambah Jauhar, pemekaran wilayah jangan sampai induknya semakin miskin, sementara daerah yang baru tidak berkembang.

"Tujuan pemekaran adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

Ketua Harian Forkoda Kaltim Majedi Darham menyebutkan audiensi guna menyampaikan pemekaran wilayah di Kaltim, terdiri Berau (Berau Pesisir Selatan), Kutai Kartanegara (Kutai Pesisir dan Kutai Tengah), Kutai Timur (Kutai Utara), Samarinda (Kota Samarendah) dan Paser (Paser Selatan).

"Jadi ada enam DOB sudah maju. Tapi dua masih berproses menyiapkan persyaratan, sedangkan empat daerah sudah direkomendasikan DPD-RI dan kita dorong sama-sama," ujarnya.

Ditambahkannya, seraya melengkapi berbagai persyaratan ketika moratorium pemekaran daerah dibuka, maka Forkoda segera mengusulkan, terutama empat daerah yang sudah mendapatkan persetujuan DPRD dan kepala daerah setempat didukung rekomendasi DPD-RI ke Presiden RI.

"Semoga ketika IKN benar-benar terwujud di Kaltim, DOB kita juga sudah terbentuk," harapnya.(adv)

Baca Juga