Top Picks
Beri Dampak Positif, Wakil I Ketua DPRD Asri Mazar Apresiasi Pelaksanaan Locat Market 2024 Berlangsung di Titik Nol IKN, Akhmed Reza Fachlevi Menghadiri Puncak Peringatan Sumpah Pemuda Ke- 94 Kadiskominfo Kaltim Dorong Pengelola PPID Kaltim Maksimalkan Website dan Media Sosial Sebanyak 1.167 Raider Dari Berbagai Daerah Ikuti Trail Adventure Bukit Pelangi II M.Nasiruddin Sosialisasi Perda Bantuan Hukum ke Warga Tanjung Limau Kota Bontang Hadiri Peresmian Jembatan Kuning Suka Rahmat, Joni Berharap Perekonomian Masyarakat Pada Meningkat

Akhir Februari Diprediksi Menjadi Puncak Kasus Covid-19

fokuskaltim.co - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Masitah menegaskan, sekarang ini di Jawa dan  Bali telah  terjadi puncak lonjakan kasus positif Covid-19. Dan setelah terjadi penurunan kasus nanti,  diperkirakan lonjakannya pindah di luar Pulau Jawa dan Bali.

Dan diprediksi dua sampai tiga minggu ke depan atau akhir Bulan Februari atau  awal   Maret terjadi lonjakan kasus di luar pulau Jawa dan Bali,  kemungkinan juga terjadi di Kaltim. Oleh karena itu harus mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk tempat-tempat Isolasi terpadu (isoter).

"Berdasarkan pengalaman dan   mencermati pengalaman kita yang lalu,  kita ini kan tertinggi di luar Jawa Bali. Mudah-mudahan kita harus bersiaplah dengan kondisi ini.  Pertama tentu saja selalu mengingatkan masyarakat,   hanya 2 poin pertama  percepatan vaksinasi yang kedua  tetap tatap melaksanakan  prokes yaitu  5M, dan itu yang tidak  bosan-bosanya  mengingatkan kepada masyarakat," jelas Masitah  usai mengikuti zoom meeting dengan Kementerian terkait dalam pembahasan peningkatan kasus dan tingkat hospitality dan   intensifikasi vaksinasi lansia dan dosis ke-2, di Ruang Heart of Borneo, kantor Gubernur Kaltim, Selasa (15/2/2022).

Selain sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, juga koordinasi  dengan Satgas mulai dari level provinsi sampai ke yang paling bawah,  untuk mengingatkan masyarakat  melalui operasi- operasi yustisi.

"Kita tetap mengedukasi masyarakat,  kalaupun terkena  dengan gejala ringan saja, maka isolasi mandiri di rumah saja. Kalau rumahnya tidak aman bisa dilakukan di tempat isoman yang sebelumnya  kita persiapkan, sehingga penularannya bisa kita tekan," tandasnya.

 Masitah menambahkan, saat ini Kaltim bed occupancy rate (BOR) 17 persen. Memang ada peningkatan dari sebelumnya di akhir Desember sampai di Januari itu kan masih landai  sekitar 5 persen,  sekarang  sudah di posisi 17 persen,  ini juga  harus diantisipasi dalam waktu 1 minggu ini  Wisma Atlet disiapkan untuk antisipasi isoter.

"Mudah-mudahan bisa siap,  sehingga untuk mengantisipasi masyarakat yang  tidak mungkin dilakukan isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Menghadapi varian baru Omicron, Masitah berpesan jangan panik,  karena sifat Omicron ini penularannya cepat 5 kali dibandingkan varian Delta,  tetapi  lebih ringan.  Itu yang perlu dipahami,  sehingga apabila tertular  dengan gejala ringan cukup isoman di rumah saja. Walaupun demikian masyarakat harus tetap waspada, dengan selalu menerapkan prokes.

"Dari sifat penularannya yang cepat, kita harapkan masyarakat harus tetap waspada, dan peningkatannya saat ini sudah terlihat minggu terakhir ini. Oleh karena kita harapkan masyarakat terus melaksanakan prokes dengan ketat," tegas Masitah.

Baca Juga