Top Picks
HUT Bhayangkara Ke 76, 700 Lebih Riders Jajal Jalur Adventure Kutim Pemerintah Kutim Gelar Apel Bersama Peringati Harkitnas 2024 Pantau Perkembangan Politik, Kesbangpol Kaltim Gelar Rapat Triwulan 2023 BSSN Ingatkan Warga Jaga Data Pribadi di Ruang Digital 26 Syawal, Pemkab Kutim Syafari Halal Bihalal 1445 Hijriah di Kecamatan Sangkulirang Fraksi PIR Beri Apresiasi Pemkab Kutim Terhadap Penyusunan Nota Penjelasan Ranjangan APBD 2025

Faisal: Suka Tidak Suka Masyarakat Harus Siap

fokuskaltim.co - Menuju perpindahan Ibukota Negara (IKN) baru Nusantara, kesiapan bukan hanya dibibir saja. Melainkan harus pula dibarengi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

“Suka tidak suka masyarakat Kalimantan Timur harus siap”, itulah yang dilontarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Kaltim, Muhammad Faisal ketika ditanya bagaimana kesiapan Kaltim Menuju IKN Baru dalam dialog interaktif Beranda Nusantara, program terbaru RRI secara Nasional Episode Pertama RRI Pro 1 Samarinda, Rabu (23/2).

Menurut Faisal, alangkah lebih baiknya apabila masyarakat Kaltim mau mengintropeksi dan bersiap diri dalam menyambut perpindahan IKN ini.

“Karena Undang-Undang sudah ditentukan, gak mungkin kita mundur lagi. Justru mari kita intropeksi diri kita masing-masing. Kita ukur diri kita masing-masing, layakkah kita menjadi IKN? Siapkah kita secara SDM?,” ujar Faisal.

Kalau memang belum sambungnya, maka masih ada waktu bagi masyarakat Kaltim untuk mengejar peningkatan kualitas SDM di berbagai sektor.

“Kalau kita paksakan dengan kualitas kita sekarang, Pak Presiden juga akan gerah nantinya di Istana dilayani dengan orang Kaltim yang levelnya daerah. Jadi kalau memang belum, ya mari kita persiapkan, mari belajar. Kita ukur diri kita disemua sektor, layakkah sudah kita?. Ayo kejar, cukup waktu 2 (dua) tahun untuk mengejar itu. Mari belajar, tingkatkan kompetensi minimal kita sama atau satu level diatasnya,” ajaknya lagi penuh semangat.

Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa sudah saatnya Kaltim bergerak menuju industrilisasi menyesuaikan iklim IKN nanti. Bergerak untuk memproduksi produk sendiri, manfaatkan peluang pasar yang ada, sebutnya.

“Mari kita menuju industrilisasi, kawan-kawan bergerak. Ayo kita berpikir untuk membuat sesuatu produksi sendiri. Cukup disitu saja manfaatkan hilirisasi ini sudah keren sekali. Supaya kita tidak jadi penonton. Kalau soal kita harus terlibat full disana (IKN), kita harus tau diri dengan kemampuan kita,” pungkasnya.

Baca Juga