Top Picks
Unggul Dalam Hitung Cepat Pilkada Kutim, AS-KB Ucapkan Terima Kasih Dispora Kaltim Sosialisasikan Pemberdayaan Karang Taruna Pemuda Sebanyak 36 Pelajar Tingkat SMA Ikut Serta Pada Pemilihan Pelajar Pelapor Keselamatan Lalu-lintas Angkutan Jalan yang diGelar Dishub Kutim Abdul Kadir Tapa Gelar Sosialisasi Perda Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga David Rante Dorong Program Ketahanan Pangan Ekti Apresiasi Pembangunan PLTA Mahulu

Musrenbang Cerminan Demokrasi Dalam Perencanaan Pembangunan

fokuskaltim.co - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meyampaikan bahwa proses Musrenbang merupakan cara yang efektif dan cermin demokrasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di kecamatan.Lebih istimewa karena Musrwnbang kali ini dihadiri oleh anggota DPRD dari Dapil III.

“Musrenbang tahun ini sangat istimewa dibanding Musrenbang tahun sebelumnya, karena diikuti oleh anggota dewan yang bersamaan dengan masa reses,”ujar Kasmidi.

Kesempatan ini sangat baik digunakan untuk menjaring aspirasi warga dengan menyampaikan langsung kebutuhan prioritas dari konstituen yang diwakili.

“DPRD memiliki fungsi legislatif membuat rancangan, fungsi pengawasan serta budgeting atau anggaran. Jadi warga bisa mengusulkan atau menyampaikan lewat jaring asmara ( jaring asiprasi masyarakat) jika belum terakomodir dalam usulan prioritas desa,” jelas Kasmidi.

Waktu reses DPRD ini sejalan dengan tahapan proses Musrenbang kabupaten yang akan dilaksanakan di bulan Maret 2020 mendatang.

“Dimulai dengan MusrenbangDes, pra Musrenbang kecamatan, selanjutnya Musrenbang kecamatan yang sedang berlangsung dan Musrenbang kabupaten. Jadi dalam musrenbang ini semua pihak sudah hadir untuk berdisikusi, bertukar pikiran agar rencana program kegiatan bisa lebih terarah,” terang Kasmidi.

Dia mengharapkan semua pihak sudah bisa terakomodir usulannya, kalau masih ada yang belum bisa diusulkan melalui bantuan keuangan provinsi dan pusat serta lewat CSR.

“Kutim memiliki 139 Desa, 2 kelurahan dan beberapa desa persiapan, juga wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis dan wilayah yang menantang. Dengan anggaran yang ada, tentu belum semua kebutuhan bisa dipenuhi makanya dicarikan solusinya melalui berbagai pola pembiayaan termasuk dana bankeu provinsi, DAK dan CSR dari perusahaan yang ada di sekitar kecamatan,” jelasnya.(hms4)

Baca Juga