Top Picks
Tepat Berusia 24Tahun Kutim Berdiri, Faizal Rachman Berharap Agar Kutim Lebih Mandiri Bidik Pengadaan Solar Cell 2020, Kejari Kutim Dalami Dugaan Penyimpangan Realisasi Program RT, Basti Harap Pemerintah Lakukan Pelatihan Wacana Enam DOB Di Kaltim Terkait Pengusiran Kuasa Hukum RSHD, BK DPRD Kaltim Akan Segera Proses Polres Kutim Awasi Peredaran Miras, Narkoba dan Aksi Balap Liar Jelang Natal

BI Terus Dorong Pelaku Ekonomi Tembus Pasar Nasional

fokuskaltim.co - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, agar pelaku ekonomi dapat menembus pasar nasional hingga global.

"Caranya melalui rangkaian program yang sebelumnya telah dilaksanakan seperti Digital Kaltimpreneurs melalui program onboarding UMKM, serta Export Kaltimpreneurs melalui Training of Exporter (ToX) dan Business Matching,"ungkap Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky P. Gozali pada Kaltim Sharia Festival 2022 di Mahakam Exhibition, Big Mall Kota Samarinda, Minggu (26/6).

 Ricky menyampaikan bahwa potensi pasar industri halal dan ekonomi syariah di Indonesia sangatlah besar untuk dikembangkan.

 Bank Indonesia sendiri memiliki framework pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga strategi utama.

 "Pertama penguatan ekonomi syariah, kedua penguatan sektor keuangan syariah untuk pembiayaan serta penguatan riset dan ketiga asesmen dan edukasi," sebutnya.

 Kaltim Sharia Festival merupakan perwujudan dari tiga strategi utama tersebut untuk pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Kalimantan Timur.

 Bank Indonesia juga terus berupaya memajukan ekonomi syariah melalui pengembangan kemandirian ekonomi pesantren, fasilitasi sertifikasi halal, pengembangan akses UMKM, dan rangkaian program flagship pengembangan ekonomi syariah skala internasional bernama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

 Selain itu, Kaltim Sharia Festival juga mengadakan beberapa webinar, perlombaan, dan pengembangan kapasitas bagi UMKM sektor food, fashion & craft.

 Webinar dan pengembangan kapasitas dilaksanakan dengan mengundang para ahli di bidangnya seperti Desainer Wignyo Rahadi, Chef Haryo Pramoe, dan Pemilik Pondok Pesantren Nurul Iman, Umi Waheeda.  

Kegiatan tersebut juga disemarakkan oleh kehadiran UMKM dan pesantren binaan Bank Indonesia dengan berbagai produk unggulannya dari sektor food, fashion craft. (ADV/KOMINFOKALTIM)

Baca Juga