Top Picks
Waduk Marangkayu dan Embung Sungai Buluh Langkah Kongkrit Pemprov Kaltim Bangun Sektor Pertanian Pemkab Kutim Perketat Pengawasan, Bupati Tekankan Mutu Pekerjaan Publik Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Kehumasan Lewat Forum Bakohumas Didukung Penuh 45 OKP, Felly Lung Terpilih Ketua KNPI Kutim Wabub Kutim Apresiasi Upaya KOPRI Beri Pemahaman dan Pelindungan Hukum ASN Pemkab dan DPRD Kutim Setuju Bentuk Perda Kearsipan

Jimmy Ingatkan Pemkab Kutim Maksimalkan Proyek Multiyears 2023

Fokuskaltim.co - Pemkab Kutai Timur (Kutim) telah memetakan sejumlah kegiatan pembangunan infrastruktur, termasuk proyek dengan sistem kontrak multiyears (tahun jamak). Sejumlah proyek multiyears diagendakan pada 2023.

Mengawal hal itu, Anggota DPRD Kutim dari Daerah Pemilihan (Dapil)  Sangatta Utara, Jimmy ,ST menyatakan, pembangunan infrastruktur paling prioritas yaitu jalan, pelabuhan, jembatan, dan lainnya. Serta jalan penghubung antar kecamatan yang kondisinya betul-betul rusak parah.

“Harus diprioritaskan seperti infrastruktur jalan, dan infrastruktur penunjang seperti bandara, pelabuhan yang memang sangat dibutuhkan,” ucap Jimmy saat ditemui, Kamis, 10/11/2022.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menginginkan proyek multiyears yang diagendakan pada 2023 terlaksana maksimal sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebagai program Pemerintah Kabupaten Kutim.

“Multiyears diharapkan maksimal ini di 2023. Harus bisa terwujud, harus bisa terlaksana,” ujar

Poyek multiyears yang akan dikerjakan selama 16 bulan pada 2023, diharapakan bisa selesai tepat waktu. Jimmi menekankan, kontraktor yang mengerjakan proyek itu nantinya harus yang siap dengan waktu pekerjaan tersebut.

“Jadi kontraktor dipilih nanti yang akan siap, yang akan bersedia mengerjakan dalam waktu singkat, 16 bulan,” tuturnya.

Dirinya berharap program infrastruktur yang telah direncanakan dapat trealisasi dan dapat diraskan langsung oleh masyarakat, sehingga pembangunan di Kutim mengalami kenaikan dan dapat dikatakan sukses.

“Artinya di tahun tahun pertama itu harus dirasakan oleh masyarakat,” tutup Jimmi. (Adv)

Baca Juga