Top Picks
Dispora Kutim Gelar Sosialisasi Undang Tim Kordinasi DBON Kaltim, Bupati Ardiansyah Sambut Hangat Fraksi Demokrat Soroti Realisasi PAD Kutim Tahun 2023 Yang Kurang Maksimal 10 Tips Keuangan di Tengah Ancaman Perang dan Ketegangan Geopolitik PU Fraksi KIR DPRD Kutim Soal Perubahan 3 Perda Retribusi Puan: Bukan Hanya Pinda, IKN Bentuk Pemerataan Pembangunan Dari PAUD hingga SMA, Perpusda Bontang Gencarkan Literasi Sejak Dini

Ahmad Gazali, Siap Kawal Penangan Banjir di Kaubun

Fokuskaltim.co – Banjir yang belakang ini sering terjadi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat sorotan dari berbagai pihak. Sebab, banjir tersebut sangat mempengaruhi sejumlah aktivitas sehari-hari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Ahmad Gazali, menyatakan siap untuk mengawal penyelesaian banjir yang terjadi disalah satu kecamatan di Kutim. Yakni di Kecamatan Kaubun hingga tuntas.

Sebagai wakil rakyat, ia tentunya harus hadir dan mencari jawaban atas persoalan yang sedang dihadapi oleh warga Kaubun.

"Kami menekankan perusahaan pertambangan batu bara untuk harus bersikap adil dalam membangun desa dan  melakukan normalisasi sungai," ucapnya belum lama ini.

Ia pun mengatakan ide yang ditawarkan oleh pemuda di Kaubun sangat menarik untuk berembuk dan membahas terkait kondisi banjir di Kecamatan Kaubun terutama Desa Bumi Etam SP1 dan Kadungan Jaya.

"Kita harus ambil peran bagaimana menyelesaikan persoalan ini. Saya coba komunikasi dengan pihak pemerintah kecamatan, desa dan perusahaan setempat. Sehingga kita saling bekerjasama untuk duduk berdialog dalam satu agenda," harapnya.

"Dalam waktu dekat ini kita bicarakan persiapan secara tekninya bersama Pemuda Kaubun ini. Kita harus adakan pertemuan dengan perusahaan pertambangan batubara PT GAM dan perkebunan Kelapa Sawit, seperti PT Gunta Samba karena beberapa hari ini ada tiga desa di Kecamatan Kaubun yang selalu mengalami banjir," sambungnya.

Selain itu, terkait ketenagakerjaan ia berharap tenaga kerja lokal dapat diproritaskan, dan wajib untuk diberdayakan. Tidak selalu tenaga admin di pertambangan batubara yang harus di datangkan dari luar daerah.

"Jangan persulit anak-anak lokal untuk masuk bekerja,” pungkasnya. (adv)

Baca Juga