Top Picks
Guna Percepat Pemerataan Pembangunan di Kutim, Kepala DPMPDes Yuriansyah Harap Dana Bantuan Pengelolaan Tepat Sasaran Hidup Sebatang Kara di Sangatta, Suaib Umar Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos Terima Kunjungan Perwakilan KSP, Riza Berharap Masyarakat Kaltim Dilibatkan Dalam Pembangunan IKN Pimpinan dan Anggota DPRD Kaltim Berikan Sejumlah Masukan Dalam Konsultasi Publik, Lima Wilayah Di Kaltim Beralih Status Zona Legislator PAN Kaltim M Nasiruddin Sosper Bantuan Hukum di Desa Sekerat

DPRD Pertanyakan Ketimpangan Nilai CSR Berau Coal Dengan KPC

Fokuskaltim.co - Hasil kunjungan Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmy ke PT Berau Coal menjadi salah satu pembahasan yang diperbincangkan dengan warga saat Reses II tahun sidang 2020, di Perumahan Munthe, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim, Sabtu (14/3/2020).

Dalam reses tersebut, anggota Fraksi AKB DPRD Kutim ini mempertanyakan mengapa realisasi corporate social responsibility (CSR) PT Berau Coal sangat jauh berbeda dengan sejumlah perusahaan besar yang ada Kutim.

Jimmy menagatakn, dirinya bersama dengan sejumlah anggota Komisi C DPRD Kutim tmeneliti jumlah CSR yang diberikan oleh PT Berau Coal. Nilai CSR yang diberikan perusahaan pertambangan itu mencapai USD 16 juta.

“Sementara di sini, seperti di KPC hanya USD 5 juta. Ini kenapa perbandingannya timpang jauh,” ungkap Jimmy yang saat itu berdampingan dengan Wakil Ketua Komisi A DPRD Kutim Basti Sanggalangi, di hadapan masyarakat yang menghadiri reses pada siang itu.

Dia menyatakan, perusahaan wajib menyalurkan CSR sampai radius 30 meter dari lingkungan perusahaan. Kalau bisa terwujud seperti Berau Coal, maka keterbatasan anggaran pemerintah di Kutim akan bisa ditutupi dan terbantu oleh CSR.

“Kenapa pemerintah tak menarget lebih tinggi lagi ke pertambangan (CSR) kita agar bisa lebih efektif seperti Berau Coal,” ulasnya.

Dia menuturkan, Berau Coal telah mendapat award pemberi nilai CSR tertinggi di Indonesia. Maka hal itu perlu dijadikan contoh yang baik.

“Nanti kami akan perbandingan lagi dengan Indominco dan perusahaan tambang lainnya seperti Adaro juga,” ungkapnya.

Baca Juga