Top Picks
Bupati Kutim Ardiansyah, Resmi Buka Camat Cup 2023 di Rantau Pulung Komisi A DPRD Kutim Temukan Limbah di Drainase Saat Sidak PT Tjokro, Evaluasi Penanganan Stunting, Kolaborasi Jadi Kunci Dukung Kolaborasi APBD-CSR, Agusriansyah: Perusahaan Tak Sunguh-Sunguh Dievaluasi Bapenda Apresiasi Ketua Komisi C DPRD Kutim Beberkan Potensi Pesat, Bupati Kutim: Miliki Lahan 22 H yang Dijadikan Pengembangan

DPK Kaltim Gelar Pembinaan dan Supervisi Perpustakaan Kabupaten/Kota

fokuskaltim.co - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim terus berusaha memaksimalkan pembinaan dan supervisi ke perpustakaan umum kabupaten-kota se-Provinsi Kaltim demi mendorong akreditasi perpustakaan.

Pembinaan yang telah dilakukan diharapkan dapat meyiapkan perpustakaan mencapai akreditasi  berstatus baik yang akan dinilai oleh Perpustakaan Nasional RI.

Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) DPK Kaltim, Taufik mengatakan ada 220 perpustakaan di Kaltim yang belum terakreditasi, sehingga belum menjadi kategori memuaskan.

Banyak perpustakaan, kata dia, yang harus dikawal dalam proses untuk mengantongi akreditasi tersebut. "Dalam waktu dekat kami akan melakukan pembinaan kembali untuk Kutai Timur dan Kota Bontang. Harapannya dapat mencapai 10 persen perpustakaan di Kaltim sudah berusaha keras melakukan proses memiliki akreditasi," katanya.

Lebih lanjut, kata dia, Kota Bontang yang telah mengantongi akreditasi perpustakaan dengan predikat baik atau kategori A diharapkan terus melakukan pengembangan dan bersinergi bersama DPK Kaltim.

Tujuannya tentu untuk meningkatkan literasi di Kaltim dengan menjadi salah satu daerah yang menjadi contoh akreditasi baik bagi perpustakaan daerah lainnya.

"Untuk perpustakaan yang lain sendiri kita akan terus membantu dan melakukan pengawasan terhadap mereka sebelum dinilai langsung oleh Perpustakaan Nasional RI," ungkapnya.

Pembinaan yang dilakukan oleh Bidang P3KM untuk menyeleraskan beberapa indikator berdasarkan standar penilaian assesor.

"Semoga akreditasi selalu diperhatikan oleh perpustakaan karena hal ini akan berdampak pada masyarakat dalam mengakses materi-materi buku," pungkasnya. (adv/dpkkaltim)

Baca Juga