Top Picks
Jaga Warisan Sejarah, Bupati Buka Festival Bekudung Betiung Aksi Sosial Donor Darah Dalam Peringatan May Day di Kutim DPRD Kaltim Bentuk Pansus Tentang Layanan Kepemudaan Sebanyak 27 Klub Ikut Berpartipasi Pada Ajang Kejuaraan Sepak Takraw Garapan PSTI Kutim Bupati Melakukan Sensus Penduduk Tahun 2020 Secara Online Realisasi APBD Kutim 2023 Capai 84.18 Persen, Fraksi P3 Apresiasi Pemerintah Kutim

Perda Bantuan Hukum Sangat Penting Bagi Masyarakat

fokuskaltim.com - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, M Nasiruddin, SH, kembali menyelenggarakan Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur no 5 tahun 2019 tentang Penyebarluasan Bantuan Hukum. Kegiatan ini berlangsung di jalan majai rt 44 Kabupaten Kutai Timur dan dihadiri oleh warga dan beberapa tokoh masyarakat. Sabtu 28 oktober 2023.

Pada sambutannya, Nasiruddin menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digelar karena mengingat pentingnya pengetahuan dan pembelajaran terkait bantuan hukum kepada masyarakat. Ia menilai masyarakat sangat rentan terhadap kasus-kasus hukum yang kemungkinan bisa saja terjadi di masa yg akan datang.

"jadi kita mencoba memberi pengetahuan terhadap warga terkait bantuan hukum karena ini penting diketahui oleh masyarakat agar bisa menggunakan fasilitas ini jika sedang berhadapan dengan sebuah kasus hukum", katanya.

Sosper ke 12 ini menghadirkan  2 pemateri yaini Aryo Subroto SH.MH dan Alfian SH. MH yang keduanya merupakan dosen fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda.

Setiap warga negara berpotensi terkena perkara hukum. Proses berperkara masyarakat miskin kerap terkendala pada besarnya biaya saat meminta pendampingan hukum kepada pengacara saat berpengadilan.

“Dengan adanya perda ini masyarakat bisa meminta bantuan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang telah ditunjuk oleh pemerintah,”ucap Aryo

Lebih lanjut dikatakan, Perda ini tentunya sangat penting dan dibutuhkan bagi masyarakat yang sedang dalam proses perkara hukum. Apalagi bagi masyarakat miskin yang sering terkenal saat pembiayaan persidangan.

“ Masyarakat bisa mendapatkan bantuan seperti konsultasi hukum sampai pengacara saat sidang. Semua ditanggung oleh pemerintah,” lanjut Aryo

Sementara itu Alfian SH.MH yang menjadi narasumber kedua menuturkan dalam berperkara hukum masyarakat perlu mendapat pendampingan dari orang yang mengerti tentang hukum.

Hal tersebut dikatakan masih banyak ditemukan oknum – oknum yang bermain saat masyarakat miskin menjalani proses perkara hukum.

“Karena tidak bisa dipungkiri masi banyak okum yang mempermainkan hukum. Untuk itu masyarakat perlu dapat pendampingan saat menjalani proses hukum,” ujarnya. (*/Adv)

Baca Juga