Top Picks
DPK Kaltim Visitasi DPAD Yogyakarta Untuk Berbagi Ilmu untuk Optimalisasi Pendataan Perpustakaan di Kaltim Realisasi APBD Kutim 2023 Capai 84.18 Persen, Fraksi P3 Apresiasi Pemerintah Kutim DPRD Minta Pemerintah Ambil Langkah Darurat terkait Ketersedian Pupuk yang Langkah Desa Tanah Abang di Kutim Bakal Miliki Wahana Rekreasi Air Jelas 7 Resmi Bergulir, Mahyunadi : Kutim Siap Jadi Rumah Besar Komunitas Trail Nasional Pengelolaan Lahan Eks Puskib Balikpapan, La Ode: Agar Difungsikan Sesuai Peruntukannya

Joni Minta SKPD Terkait Telusuri Persoalan Anak di Kutim

Fokuskaltim.co - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Kutai Timur (Kutim) Joni, meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk menelusuri berbagai keluhan dan persoalan anak yang terjadi di kabupaten tersebut.

Hal tersebut disampaikan Joni, menanggapi pernyataan salah seorang peserta sosialisasi Perda Perlindungan Anak di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Sangatta Selatan. Senin (30/10/2023).

Dalam acara tanya jawab, terungkap ada anak yang bekerja dengan terpaksa karena persoalan ekonomi. ia menilai hal ini perlu ditindaklanjuti oleh SKPD terkait agar nantinya bisa dicarikan solusi.

“Jika memang terkait dengan ekonomi, maka ada Dinas Sosial yang bisa membina dan membantu agar anak tersebut bisa melanjutkan pendidikan, bukan kerja, sebagai pencani nafkah keluarga,” kata Joni saat berlangsungnya dialog dan Tanya jawab.

Lebih lanjut, meskipun tidak memastikan bantuan apa yang bisa diberikan pada anak yang disebut kerja karena masalah ekonomi, namun ia mengatakan, SKPD terkait yang bisa memberikan solusi.

“Kalau memang butuh bantuan, SKPD yang akan menganggarkan. Apalagi, saat ini APBD Kutim cukup banyak, tinggal SKPD yang meminta anggaran mau berapa,” terangnya.

“Makanya, kalau memang ada anak kerja karena terpaksa, karena berbagai masalah, maka SKPD bisa cari solusinya. Kalau memang butuh anggaran, silakan anggarkan, karena dengan anggaran kita yang besar, itu bisa saja dianggarkan. Sebab kita tidak ingin ada anak terlantar karena karena masalah ekonomi,” sambung Joni. (ADV)

Baca Juga