Top Picks
Ketua DPRD Kutim Sebut Setatus Kawasan Menjadi Hambatan Pembangunan Jalan di Pedalaman Kontribusi PAD, Kendaraan Berplat Non KT Akan Dikenakan Pajak Pasca Pandemi, Diskop UKM Kutim Terus Tingkatkan Kualitas SDM Internal DPRD Kaltim Minta Pemprov Pelihara Aset Secara Maksimal Ketika Aliansi Jurnalis Kutai Timur Sambangi Rumah Produksi Gula Gait Sangkulirang Ardiansyah Tanam Simbolis 7.700 Bibit Pohon Mangrove di Pantai Kenyamukan

Akmal Usulkan Jembatan Antisipasi Kepadatan Akibat IKN

fokuskaltim.com - Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan Kota Balikpapan yang saat ini menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) harus segera dibenahi.

Dalam beberapa waktu ke depan Kota Balikpapan diyakini akan semakin padat dan sibuk.

"Sekarang sudah kelihatan tanda-tandanya. Hotel penuh semua, rental kendaraan full dan lalu lintas mulai padat. Otomatis akan terjadi lonjakan penduduk," ungkap Akmal Malik saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemerintah Daerah Tahun 2023 di Balikpapan beberapa hari lalu.

Kondisi ini mengharuskan pemerintah untuk segera membuka akses dan layanan ke arah Kabupaten Paser, Samarinda serta daerah lainnya, sehingga mengurangi beban Balikpapan.

"Karena IKN tidak langsung jadi, kita ingin dorong Kabupaten Penajam Paser Utara segera membuka diri," bebernya.

Di antaranya akan dibangun kawasan-kawasan mandiri, seperti Maridan, Rico, Petung, Waru, Babulu dan kawasan lainnya.

Salah satu pemecah botleneck Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah transportasi.

Selama ini masyarakat lebih banyak menggunakan fery penyeberangan di Kariangau. Atau berputar melalui jalur km 38 Samboja menuju Sepaku hingga Petung.

Salah satu solusinya, menurut Akmal, harus dibangun jembatan yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam. Dengan jembatan tersebut, maka arus barang dan orang akan semakin terbuka.

"Bagi saya membuat jembatan Balikpapan - Penajam tidak harus rumit. Minimal mulai sekarang kita suarakan dulu,” tandasnya.

Membuka akses dari Balikpapan ke daerah penyangga IKN lainnya sangat penting sebagai upaya mengantisipasi lonjakan atau ledakan penduduk di Kota Balikpapan khususnya.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini pun menegaskan dirinya tidak ingin IKN dibangun, tapi yang penuh justru Balikpapan.

"Karena itu harus dibuka bottleneck-nya," tegas Akmal.

Dia pun sudah menyampaikan gagasan ini kepada Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.

"Ke PPU, tidak mesti melalui kapal fery lagi. Jalur ke Samarinda maupun daerah lainnya, aksesibilitas harus dibangun lebih layak serta representatif," harapnya.

“Kalau dibuat jembatan menyambungkan Balikpapan dengan PPU, maka PPU akan tumbuh luar biasa," tegasnya.(Adv/Diskominfokaltim)

Baca Juga