Top Picks
Pemkab Kutim Tandatangani MoU dengan Universitas Indonesia, Ardiansyah: Upaya Pencapaian Program Terutama Peningkatan Ekonomi Anak-Anak Pesisir Antusias Sambut Layanan Literasi Layar Puspita di Kampung Malahing Pocadi Jadi Salah Satu Cara DPK Bontang Tingkatkan Minat Baca Agusriansyah: Diskusi dengan HIPMA-KMB Memberikan Kesan Tersendiri Sobirin Usulkan Pemindahan Kantor Damkar Kutim ke Lokasi Yang Lebih Strategis Perbaikan Jalan Masih Jadi Topik Utama Dalam Reses

Novel Apresiasi Pemberian Insentif Bagi Tenaga Kesehatan

Fokuskaltim.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah yang memberikan insentif khusus bagi tenaga kesehatan terlibat langsung dalam penanganan dan pecegahan Covid-19 di Kutim.

Anggota DPRD Kutim dr Novel menyatakan, pemberian insentif menjadi bentuk terima kasih Pemerintah Kutim atas pengorbanan dan jasa tak ternilai yang diberikan oleh para tenaga kesehatan.

Pemerintah insentif sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Tadi saya dengar bahwa dinas kesehatan sudah juga membuat perecanaan bagaimana sistem insentif untuk tenaga dokter, kemudian tenaga perawat yang langsung turun untuk merawat orang-orang yang positif Covid-19 dan pasien dalam pengawasan,” ujarnya, Kamis (2/4/2020).

Meski demikian, Politisi Gerindra ini berharap agar pemerintah daerah juga memberikan insentif serupa kepada tenaga-tenga lainnya yang turut menyumbangkan waktu dan tenganya untuk membantu penanganan dan penegahan wabah berbahaya itu di Kutim seperti para cleaning servise meskipun nilainya lebih kecil dari tenaga kesehatan atau tenaga medis.

Cleaning service yang tugas membantu para tenaga kesehatan serta pihak lainnya itu dinilai juga memiliki peran yang penting dalan peroses penanggulangan Covid-19.

“Di lap dan laboratorium itu juga harus mendapatkan insentif, termasuk menurut saya setiap orang dari OPD (organisasi pernagkat daerah) lintas sektoral TNI, Polri yang selama ini betul dilapangan,” tuturnya.

Dia berharap, Kutim memiliki anggaran yang cukup untuk insentif bagi tenaga-tenaga bantu tersebut sebagai bentuk apresiasi yang telah berjuang dan bertarung nyawa membantu menanggulangi wabah berbahaya tersebut.

“Mereka meninggalkan keluarga dan bertarung nyawa seperti teman-teman TNI, Polri, Satpol dan semua. Mereka juga ikut berjuang,” pungkasnya.

Baca Juga