Top Picks
“NUKA” Mendukung Perkembangan Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur Tepat Dengan Hari Jadi, Panitia Gerak Jalan Merdeka Siapkan Kejutan Untuk Wabup Kutim Kadiskominfo Kaltim Sambut Kunjungan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNMUL Cek Kesiapan Logistik, Anggota DPRD Kaltim Bersama Forkompimda Kunjungi Gudang KPU Selama Masa Kampanye Pemilu 2024 Berlangsung, Ketua DPRD Kutim Joni Tegaskan Penting Netralitas Bagi ASN Serahkan Bantuan Benih Bawang Merah dan Bibit Ternak Kambing, Bupati Ardiansyah Harap Dapat Berkembang Pesat

"SRIKANDI", Menjadikan Proses Pengarsipan Dokumen Semakin Mudah

fokuskaltim.com - Proses pengarsipan dokumen akan semakin mudah. Sebab, sudah bisa dilakukan secara digital, menggunakan aplikasi SRIKANDI. Kehadiran aplikasi tersebut kemudian diperkenalkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim. Salah satu institusi yang menjadi sasaran awal penggunaan aplikasi SRIKANDI adalah kalangan sekolah.

Menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, mereka memperkenalkan aplikasi tersebut kepada sekolah jenjang SMA/SMK/SLB negeri se-Kaltim dalam seremoni di ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (2/11). Hadir sebagai narasumber dalam pertemuan tersebut, Arsiparis Ahli Muda dan Penyelia Dewi Susanti, Rachmadiana, dan staf operator aplikasi SRIKANDI DPK Kaltim Bayu Erlangga. Pesertanya yang berjumlah ribuan ornag, merupakan kepala sekolah maupun staf pengarsipan dari tiap sekolah di Kaltim.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPK Kaltim Taufik mengungkapkan, SRIKANDI mewujudkan kearsipan berbasis elektronik di Kaltim. Itu sebagai jawaban atas pemenuhan kebutuhan informasi dewasa ini banyak melalui elektronik. "Organisasi atau individu yang tidak mengelola arsip dengan baik akan berdampak dengan terlambatnya mengambil keputusan. Terlebih bila arsip tidak tersimpan dengan baik, dapat kehilangan masa depan, sebab sejarah juga akan lenyap bila tidak ada bukti arsip," ungkap Taufik kepada para peserta.

SRIKANDI merupakan sistem pengarsipan berbasis digital yang bermanfaat dalam menyimpan data yang tak lekang oleh waktu. Harapannya bisa meminimalisasi risiko kehilangan, kerusakan, dan dokumen yang tidak terproses. Terutama, pada administrasi sekolah yang banyak menghasilkan surat masuk dan keluar khususnya mengenai data siswa, guru, dan sekolah.

Selain terlibat dalam launching, peserta juga mendapat pelatihan operasi aplikasi SRIKANDI. Itu merupakan komitmen Pemprov Kaltim dalam menerapkan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).

Pemaparan materi pada pelatihan aplikasi SRIKANDI di antaranya penggunaan SRIKANDI dan arsip dinamis, kode klasifikasi surat. Digital signature atau pengenalan tanda tangan elektronik (TTE) sekaligus praktik pembuatan TTE dan praktek penerapan aplikasi SRIKANDI. (Adv/DPKKaltim)

Baca Juga