Top Picks
Pemkab Kutim-PT KPC Teken MoU Atasi Masalah Sampah Peningkatan Sektor Pertanian Guna Memaksimalkan PDRB Korem 091/ASN Gelar Upacara Dirgahayu TNI ke 77 Buka Abut Bassar Banua, Sri Juniarsih Mas Ikut Menari Rampak Babaya Langganan Banjir, DPK Kaltim Hanya Gunakan Rak Buku Bagian Atas Anak Muda Bontang dan Samarinda Wakili Kaltim Ke Tingkat Nasional

Koleksi Bermuatan Lokal Akan Didigitalkan

fokuskaltim.com - Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim terus bertumbuh. Demi memastikan semua judul dapat terakomodasi, mereka pun mengarsip beberapa koleksi buku menjadi buku digital. Buku yang menjadi prioritas digitalisasi adalah terbitan lokal.


Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPK Kaltim Taufik mengatakan bahwa jumlah terbitan yang masuk ke pihaknya tidak sebanding dengan ruang penyimpanan yang tersedia. "Perpustakaan tidak akan mampu menampung karena keterbatasan anggaran. Tapi apapun itu ketika penambahan koleksi, pasti makan tempat," jelas Taufik.

Meski begitu, kata Taufik, tidak semua buku bisa diarsipkan menjadi versi digital. Karena jumlahnya sangat banyak. Sehingga buku oleh penulis lokal dan diterbitkan oleh penerbit daerah di Kaltim yang jadi prioritas.


Taufik menyebut, memakai format seleksi. Semua koleksi buku yang ada di Perpustakaan Daerah Kaltim yang masih dalam bentuk fisik tercetak, diseleksi dan dipilah. Memisahkan buku umum dan buku lokal. Entah buku terbitan lokal, ditulis oleh penulis lokal, atau isi bukunya bermuatan lokal tentang Kaltim. Intinya semua buku yang berkaitan dengan Bumi Etam.


Karena, menurut Taufik, buku lokal terbitan daerah, jarang atau bahkan tidak dijual di toko buku atau pasaran, sehingga sulit ditemukan. Dari sana DPK merasa perlu untuk mengarsipkan buku lokal. "Tapi kalau buku umum, enggak, karena sudah ada di toko buku. Jadi tidak semua, fokus terbitan daerah konten lokal yang kalau kita cari di pasar tidak ada. Sejarah Kutai Kartanegara misalnya," tandasnya. (Adv/DPKKaltim)

Baca Juga