Top Picks
Disdikbud Kutim Gelar Kegiatan Penyusunan Program Penginputan Renja Pendidikan SIPD RI Berbasis Rincian, Sesuai Visi dan Misi Pemkab Kutim DPRD Kutim Hearing Menindaklanjuti Pungutan Wajib Sekolah Kukuhkan Pengurus KBBKT Berau Periode 2019-2024, Ismu: Bubuhan Banjar Dukung Pembangunan Jelang Nataru, DPRD Kaltim Himbau Pemda Antisipasi Lonjakan Harga Bupati Salurkan 1.200 Bantuan Sosial Anak Yatim dan Lansia Internalisasi Pemikiran Bung Karno Melalui Ragam Koleksi Perpusnas

Atur Porsi Main Game, Beri Ruang Berliterasi

fokuskaltim.com - Anak-anak diharapkan bisa mengendalikan frekuensi bermain gim dalam jaringan alias game online. Sebab, hal tersebut diyakini memberi dampak negative terhadap minat baca mereka. Sebab, hiburan yang terlalu intens membuat konsentrasi menurun dan menyiakan waktu, padahal bisa lebih efektif bila digunakan untuk membaca.

 

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub di hadapan 400 peserta talk show Membaca dan Menulis Kita Sehat, rangkaian Tour Library 2023, di rumah jabatan wali kota Bontang, Selasa (28/11). “Kita perlu menyadari bahwa minat baca kita dapat terpengaruh oleh banyak faktor, dan salah satunya adalah aktivitas bermain game online yang berlebihan,” ucapnya.

 

Dia berharap, pengendalian porsi waktu bermain game online, bisa memberi ruang kepada pelajar untuk lebih aktif membaca dan meningkatkan literasi. “Jadi, bagaimana? Semua sepakat untuk mengurangi bermain game online?” ujar Rusman kemudian disahut dengan ucapan sepakat dari seluruh peserta dengan semangat. (Adv/DPKKaltim)

Baca Juga