Top Picks
Tingkatkan SMD di Bidang Salon, Kadispar Nurullah Gelar Pelatihan Hair Salon Business (HSB) Resmi di Lantik Pengurus DPC PWRI Kutim, Bupati Ardiansyah Harap Jurnalis Menyampaikan Infomasi yang Akurat dan Faktual Kabar Gembira, Oktober Mendatang Rumah Sakit Tipe-D Yang Terletak Di Muara Bengkal Siap Beroperasi Diskominfo Staper Kutim Gelar Sosialisasi Program Smart City Reses Ketua DPRD Kutim: Air Bersih hingga Jaringan Listrik Banyak Diusulkan Masyarakat TP PKK Kutim Raih Penghargaan, Encek Ucapkan Terima Kasih

DPK Samarinda Pusat Kearsipan Sejarah Penulis Ternama

fokuskaltim.com - Perpustakaan Kota Samarinda menjadi harta karun kearsipan. Setidaknya menyimpan bukti-bukti sejarah kota dalam bentuk karya penulis asal Kota Tepian.

Buku-buku tersebut tak sekadar kumpulan halaman, melainkan saksi bisu perkembangan dan kehidupan Kota Samarinda dari masa ke masa. Menjadi wadah memperkenalkan kekayaan budaya Samarinda kepada masyarakat luas, dan bisa menghidupkan sejarah yang kadang terlupakan.

Koleksi buku sejarah Samarinda seperti karya penulis-penulis hebat antara lain Muhammad Syarif dan Syarifuddin Pernyata, menjadi bagian penting dokumentasi arsip perpustakaan.

Menurut Edy Wahyudi, Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Samarinda, buku-buku tersebut menceritakan silsilah Samarinda dan menjadi referensi penting bagi peneliti serta akademisi yang ingin menggali lebih dalam sejarah kota ini.

“Buku-buku umum di perpustakaan banyak. Tapi karya-karya sejarah ini jadi edisi terbatas. Jadi hanya ditampilkan saat pameran. Bisa dibaca untuk lebih mendalaminya, tapi hanya di perpustakaan, tidak untuk dibawa pulang,” tutur Edy.

Ia menambahkan, salah satu karya terkenal yang menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Kota Samarinda adalah buku Muhammad Syarif yang mengulas tentang sejarah Perang Samarinda dan Sejarah Lamohang Daeng Mangkona. Meskipun mengundang protes karena sebutan nama Daeng Mangkona dari Belanda, buku ini tetap menjadi bagian berharga dari sejarah kota.

Dengan buku-buku sejarah ini, Edy berharap dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda, mengenai sejarah yang membentuk kota Samarinda, yang menjadi warisan berharga untuk dikenang dan dipelajari oleh anak bangsa. (Adv/DPKKaltim)

Baca Juga