Top Picks
Nasiruddin Harap Wawasan Kebangsaan Bisa Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Dianggap Tidak Relevan, Fitriani Minta Pelatihan Pekerja di Lakukan Dalam Daerah Berada Diposisi Ke 2, Realisasi Pendapatan Daerah Kaltim Meningkat Rapat RAPBD, DPRD Kutim Minta TAPD Dievaluasi 642 Ribu Pengguna QRIS Kaltim Catat Nilai Transaksi Rp 268,5 Miliar di Oktober 2023 Pandangan Fraksi PKS Terhadap Rancangan APBD Kutim 2025 di Sampaikan Oleh Anggota Fraksi, Syaiful Bakhri

Agus Akan Realisasikan Pemakaian Hotel Atlet

fokuskaltim.com - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim berencana mengaktifkan kembali Hotel Atlet di Gelora Kadrie Oening Samarinda. Diketahui, Hotel Atlet telah lama mati suri. Untuk itu pengaktifan kembali hotel atlet nantinya akan menggandeng perusahaan daerah (perusda).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, mengatakan realisasi pengaktifan Hotel Atlet dilalukan pada 2025 mendatang. "Kalau perencanaannya tahun 2024. Insyaallah 2025 pengaktifannya," kata Agus, Jumat (27/10).

Agus menekankan ketika hotel atlet kelak beroperasi kembali, Dispora Kaltim berencana membangun coffee shop di area bawahnya. "Kita mau mencontoh Sianturi. Kita sewakan untuk tenant-tenant kopi bagian bawahnya. Selebihnya yang ke atas dijadikan hotel," tegasnya.

Agus menjelaskan pada tahun 2020 hingga 2021, Hotel Atlit pernah akan difungsikan untuk publik. "Tapi perencanaannya sudah tidak berlaku lagi. Perencanaan itu banyak pas pandemi covid seperti rumah sakit," pungkasnya.

Sebelumnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim berencana memindahkan Perpustakaan Daerah ke Hotel Atlet tersebut. Namun, AHK (sapaan akrabnya) mengungkapkan itu masih dalam wacana. Sementara kewenangannya berada di tangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

"Kami ada komunikasi dengan Dinas Perpustakaan. Tapi ini aset Pemprov dan yang berwenang itu Sekda dan BPKAD," ucapnya.

AHK menjelaskan, dalam penggunaan aset Pemprov di sekitar stadion harus ada kompensasi pembayaran, sesuai peraturan daerah yang berlaku.

"Apalagi digunakan sebagai sport indoor untuk aktivitas berbayar. Berarti sifatnya ada kontribusi untuk meningkatkan pendapatan daerah," jelasnya.

Terkait rencana penyewaan, Agus menjelaskan pihaknya menyepakati harga penyewaan di rentang harga Rp200 hingga Rp300 Juta. "Kalau sudah ada aturannya gak bisa cuma-cuma. Kalau perencanaannya tahun 2024. Insyaallah 2025 pengaktifannya," jelasnya. (Adv/DisporaKaltim)

Baca Juga