Top Picks
Bupati Soroti Penanganan Buaya di Tengah Penutupan Pekan Pemuda KNPI Kutim 2025 SMPN 3 Sangatta Punya Dua Program Tingkatkan Kunjungan Perpustakaan Kunjungan Sambaliung, Pjs Bupati Berau Minta Tingkatkan Pelayanan Publik Olahraga Simpel di Pagi Hari untuk Cegah Serangan Jantung Bupati Kutim Ardiansyah, Apresiasi Penyelenggaraan Prima Akademi SD YPPSB 2 Kejar Peningkatan Infrastruktur Jalan, DPRD Kutim Desak Pemkab Minta Percepat Lelang

Bank Indonesia Bahas Potensi Monetisasi Penurunan Emisi di Kaltim

fokuskaltim.com - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Seminar Nasional Potensi Monetisasi Penurunan Emisi Karbon Kaltim, di Aula Maratua, Selasa (5/12).

Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan hijau di Indonesia, dengan berbagai instrumen kebijakan makroprudensial yang mendorong pertumbuhan proyek dan usaha ramah lingkungan dengan tetap memperhatikan stabilitas sistem keuangan.

Mewakili Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir, menegaskan keberhasilan Kaltim dalam program FCPF tidak terlepas dari penerapan kosistensi pronsip-pronsi green economy.

Menurutnya Indonesia bahkan ASEAN telah berhasil melaksanakan program dan menjadi contoh bagaimana mengurangi emisi dan deforestasi hutan yang ada.

“Bagaimana mengurangi gas emisi rumah kaca dengan mengelola lingkungan dengan baik,”ungkapnya.

Keberlanjutan emisi program dengan skema FCPF melibatkan peran penting dari semua pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun non-pemerintah, mitra pembangunan, perusahaan, universitas, dan masyarakat.

Kolaborasi ini terus dijaga dan disolidkan untuk menjalankan tugas dan fungsi sesuai komitmen dalam menjaga Kaltim, terutama sebagai IKN.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Budi Widihartanto menyampaikan, dilaksanakannya seminar adalah untuk menindaklanjuti kajian potensi monetisasi penurunan emisi karbon yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama lembaga riset ICRES.

Diharapkan, nantinya dapat menyokong eksistensi peluang ekonomi dan keuangan hijau di Kaltim, serta menjadi upaya advisory dari Bank Indonesia untuk kelanjutan program FCPF-CF.

Kegiatan mengahdirkan narasumber Direktur Lingkungan Hidup BAPENAS, Chairman of the Indonesia Center for Renewable Energy Studies, ESG Cobsultant dan ISEI Kaltim. (Adv/Diskominfokaltim)

 

Baca Juga