Top Picks
Pusat Apresiasi MHA Mului Jadi Desa Adat Yulianus Meminta Pemerintah Tekankan Toleransi Selamat, Kampung Batu-Batu Rayakan HUT ke-78 2030 Transaksi Uang Digital Diprediksi Tembus Rp.4.500 Triliun Bupati Kutim Resmikan SIGAP, Dorong Transformasi Digital Koperasi APBD Kaltim 2023, Sigit: Diproyeksi Naik Jadi Rp15,1 triliun

Gedung SMPN 1 Sangkulirang Ambruk Tertimpa Pohon

Fokuskaltim.co - Sebuah Pohon besar tumbang dan menimpa gedung SMPN 1 Sangkulirang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim). Itu diduga karena angin kencang yang melanda daerah itu pada Kamis (20/2/2020) sore kemarin.

Akibatnya, dua ruangan di sekolah itu silaporkan rusak parah. Dinding, lantai dan atapnya ambruk tertimpa pohon yang roboh di sekitar sekolah itu.

Ambruknya bagunan sekolah itu mengundang perhatian banyak pihak. Warga yang prihatin melaporkan kejadian tersebut, bahkan di media sosial. Mereka memposting gambar gedung sokolah yang dalam kondisi ambruk itu di sejumlah grup facebook yang ada di Sangatta.

Terkait kejadian itu, Nurul salah satu warga setempat memberikan penjelasan. Dituturkannya, kondisi Sekolah SMPN 1 Sangkulirang memprihatinkan hingga membutuhkan perhatian dan rehabalitasi.

Dia mengatakan, lantai dan dinding sekolah itu sejatinya sudah bertahun-tahun rusak karena bangunan sudah sangat tua, ditambah lagi ada akar pohon keluar dari dalam tanah merusak lantai keramik.

Kerusakan sekolah, lanjut dia, pun di perparah dengan adanya pohon tumbang dari luar pagar gedung yang menimpa bangunan kelas 8A. Meskipun upaya penebangan pohon disekitar sekolah tersebut selalu dilakukan.

“Tapi angin kemaren sore lebih kencang ke hulu akhirnya mengarah ke bangunan sekolah, yang karena memang sudah mengkhawatirkan bangunan sekolah yang sebelumnya memang sudah rusak sejak lama,” terangnya.

Adapun kerusakan bangunan sekolah tersebut  disebutkan berada di deretan Laboratorium.

“Sudah ada lima ruangan yang tidak bisa dipakai. Sudah dua kelas yang ke aula untuk belajar di karena kan dua kelas tersebut rusak berat,” jelas Nurul.

Nurul mengaku, laboratorium sekolah itu sudah lama tidak bisa dipakai lagi. Beberapa ruang sekolah itu juga sudah rusak parah. Bangunan yang baru cuma musholla dan kantor.

“Ruangan lainnya sangat perlu pembangunan baru dari pemerintah dan dinas yang terkait,” pungkasnya. (*).

Baca Juga