Top Picks
Reses di Beberapa Kecamatan, Ketua DPRD Kutim Joni Tampung Aspirasi Masyarakat Banyak Lahan Sekolah Bermasalah, Salehuddin Dorong Pemprov Kaltim Koordinasi Antar OPD Jimmi Sebut Kelangkaan Gas Melon Akibat Pendistribusian Terhambat Akibat Kondisi Infrastruktur yang Kurang Memadai Diskominfo Kaltim Selaraskan Renstra dengan RPJMD untuk Dukung Pembangunan Daerah Penyelamatan Naskah Kuno Kaltim Sebagai Bentuk Autentik Sejarah Pemkab Berau Berharap Atlet Bulutangkis Terus Berlatih Mengejar Prestasi

Pelaku Kuliner Diharap Melestarikan Nasi Bekepor dan Gence Ruan

fokuskaltim.com - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki banyak kuliner khas lokal. Diantaranya, Nasi Bekepor dan Gence Ruan.

Diketahui, Nasi Bekepor dan Gence Ruan merupakan kuliner legendaris khas Kutai, Kalimantan Timur.

Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim berharap Pelaku kuliner harus melestarikan dua makanan khas itu di era modern ini. Sehingga tidak punah akibat banyaknya makanan dengan pola masakan kekinian.


“Dua makanan khas itu, sangat digemari oleh masyarakat Kaltim. Itu makanan khas sini yang digemari masyarakat, khususnya Samarinda dan Tenggarong,” kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik.

Awang menjelaskan bahwa, Nasi Bekepor tersebut merupakan makanan dari suku Kutai. Pembuatannya menggunakan beberapa jenis rempah-rempah seperti serai, laos, daun jeruk, jahe, daun salam, santan, hingga beras biasa.

Cara memasaknya pun mudah. Yakni dengan mencampur semua rempah dan beras ke dalam kenceng (tempat masak).

Kemudian semua semua bahan yang sudah dicampuri itu dimasak dengan bara api yang kecil.

“Nasi bekepor biasanya disajikan dengan sayur asam Kutai, sambar raja rupa-rupa, hingga sanga cabe salai,” sebut Awang, menjelaskan cara memasak Nasi Bekepor.

Selanjutnya, Awang mendorong pelaku kuliner di Kaltim untuk melestarikan makanan khas Gence Ruan. Sebab Gence Ruan juga merupakan makanan daerah dari suku Kutai dan banyak diminati masyarakat.

“Gence Ruan itu kan dari ikan haruan, yang memang memiliki ciri khas tersendiri dari ikan-ikan lainnya,” kata Awang.

Ikan haruan, merupakan ikan air tawar yang hidup di perairan Sungai Mahakam. Ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 meter. Berkepala besar dan gepeng mirip kepala ular.

Dalam pembuatannya, ikan gabus terlebih dahulu dibakar atau digoreng kemudian disiram dengan tumisan sambal bertekstur kasar yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, cabe, dan rempah lainnya.

Sehingga masakan ini memiliki cita rasa pedas asam dan manis. Gence Ruan biasanya disajikan bersama nasi putih dan olahan tumis sayur.

“Dulu gence Ruan ini hanya dihidangkan untuk Kerajaan Kutai saja. Namun sekarang bisa dinikmati semua kalangan. Kami juga sering menjumpainya pada saat kegiatan beseprah, di Festival Erau Kukar,” ungkapnya.

Awang menginginkan agar dua makanan khas Kutai itu, bisa terus dilestarikan dan menjadi makanan andalan bagi masyarakat Kaltim.

“Makanan khas daerah jangan kalah sama makanan kekinian. Genre Ruan dan Nasi Bekepor ini memiliki karakter yang sangat kuat, sebagai representasi makanan khas Kaltim,” terangnya. (Adv/Disparkaltim)

Baca Juga