Top Picks
Hari ini KPK Periksa 6 Orang Saksi, Ada Nama Kabag Keuangan DPRD Kutim Kutim Panen Prestasi, Cabor Judo Persembahkan Dua Emas untuk POPDA XVII Kaltim Masuk 3 Besar Peringkat Nasional Dalam Anugrah Pengadaan 2023 DPK Kaltim Sukses Gugah Minat Literasi Masyarakat Mengenal Elit Bontang, Platform Permudah Akses Buku Digital di Perpusda Bontang Bupati Ardiansyah Resmi Buka Open Tournament Futsal Bupati Cup 2025 di GOR Kudungga

Disdik Kutim Sambut Baik Program Belajar TVRI

Fokuskaltim.co - Program Belajar dari Rumah di TVRI inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim disambut baik oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim). Gagasan tersebut dinilai efektif untuk mendukung gerakan sosial distancing dengan berada di rumah dan menjaga kesehatan.

“Nanti akan disesuaikan lagi dengan kondisi di daerah kita Kutai Timur ini. Semoga semua bisa berjalan dengan lancar,” ucap Kadisdik Kutim Roma Malau, Senin (13/4/2020) pagi.

Roma mengaku telah menerima instruksi arahan pemerintah pusat tentang program belajar selama libur wabah covid-19. Program “belajar di rumah” dari Kemendikbud itu ditayangkan di TVRI sebagai media yang ditunjuk pemerintah.

Sebagaimana arahan kebijakan dari Mendikbud Nadiem Makarim, program tersebut ditujukan agar siswa lebih efektif belajar di rumah pada situasi darurat kesehatan akibat wabah covid-19 di Indonesia. Bahwa, program belajar tersebut mulai tayang pada Senin (13/4/20) pagi.

Diketahui, penyebaran pandemi Covid-19 mengakibatkan peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah, baik melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah ini banyak kendala di lapangan baik yang dialami peserta didik maupun pendidik. Salah satu kendala yang terjadi dilapangan adalah tidak semua peserta didik maupun pendidik memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran daring secara optimal.

Hal ini dikarenakan tidak semua peserta didik memiliki HP Android dan tidak semua peserta didik mampu membeli kuota internet. Masalah yang lain adanya letak geografis yang berbeda beda sehingga mengakibatkan sinyal susah masuk didaerah daerah tertentu, pelosok atau pedalaman.

Menghadapi hal demikian kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia pun kemudian meluncurkan program belajar dari rumah di TVRI.

Baca Juga