Top Picks
Pemkab Beri Reward Kafilah Kutim Berprestasi di MTQ ke 42 Kaltim Basti Perjuangkan Usulan Penataan Sungai Murung Kejurkab Bulu Tangkis Bupati Cup 2022, Bupati Kutim: Selamat Bertanding Dan Junjung Sportifitas Hadiri Rapat Forkopimda se-Kaltim, Bupati Kutim : Antisipasi Dampak Pemilu Serentak 2024 Mendatang, BPJS Kesehatan didampingi Tenaga Kesehatan Turun ke-TPS Sebagai Penyangga IKN, Sigit: Balikpapan Perlu Penambahan Bahu Jalan IPHI Kutim Gelar Bimtek Persiapan Haji, Sobirin Berharap Calon Jamaah Memperoleh Ilmu Manasik Secara Utuh

Tradisi Mag'Jamu Warga Bajau Jadi Daya Tarik Wisata Berau

FOKUSKALTIM, BERAU - Miniatur perahu layar berwarna kuning dilarung ke laut lepas diiringi dengan perahu-perahu nelayan di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kamis (31/10/2024) pagi. Tradisi ini merupakan rangkaian kegiatan budaya yang dikenal masyarakat suku Bajau dengan sebutan Mag’jamu, yang dipercaya sebagai upaya dalam menghilangkan penyakit.

Tradisi Mag’jamu ini merupakan warisan leluhur suku Bajau yang dilaksanakan setiap tahun. Dilaksanakan selama tiga hari penuh. Diawali dengan persiapan, kemudian malam kedua adalah utasan atau pengobatan.

Selanjutnya di hari ketiga sekaligus puncak kegiatan dengan melarung miniatur perahu. Dalam bahasa Bajau disebut juga Bekpakan Lahat. Miniatur perahu ini merupakan lambang kampung. Dilepasnya perahu ini dengan tujuan penyakit di kampung ikut terbuang ke laut.

Kegiatan sarat nilai spiritual ini dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Ilyas Nasir yang mewakili Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, anggota DPRD Kaltim, Makmur HAPK, tokoh masyarakat serta adat dan ratusan masyarakat Tanjung Batu.

Khasanah budaya ini pun dimaknai juga sebagai sarana dalam mempererat tali silahturahmi antar masyarakat. Termasuk mengenalkan kepada generasi muda.

Tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini pun mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Berau. Dengan banyaknya nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya menjadikan kegiatan ini menjadi bagian dalam promosi pariwisata daerah.

“Prosesi ini juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kabupaten Berau. Tidak semua daerah memiliki budaya semacam ini sehingga mereka yang ingin melihat dan menyaksikan langsung prosesi Mag’jamu harus datang ke Kampung Tanjung Batu,” ujarnya.

Sebagai pintu gerbang pariwisata bahari, kekayaan budaya ini harus dipertahankan dan dimunculkan. Dikemas dengan menarik untuk mengundang perhatian dari wisatawan. "Pemerintah selalu memberikan dukungan penuh dalam promosi budaya ini," kata Ilyas. (*/adv)

Baca Juga