Top Picks
Rusman Ya'qub Kembali Pimpin Pengprov PBI Kaltim Diskominfo Staper Kutim Gelar Rakor Lintas PD Pemkab Kutim, Riview Hasil Evaluasi Tim Assesor Smart City Bangun TPA, Arfan: Camat Bengalon Patut Diacungi Jempol Perpusnas Gelar Sosialisasi Pedoman Penyusunan IPLM dan TGM Sebagai IKK di Daerah Wabup Berau Hadiri Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Berau 7 Fraksi DPRD Kutim Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Rancangan Awal RPJMD 2021-2026

Gelar Reses Yan Tampung Aspirasi Masyarakat

Fokuskaltim.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yan melaksanakan reses di beberapa desa di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Yan menyoroti permasalahan sertifikat tanah yang belum jelas di wilayah transmigrasi. Banyak warga mengeluhkan kesulitan dalam mengurus dokumen legal atas tanah mereka.

“Warga di daerah transmigrasi meminta bantuan terkait pengurusan sertifikat tanah yang hingga kini belum jelas statusnya. Kami akan menelusuri permasalahan ini dan membantu mencari solusinya,” ungkapnya belum lama ini.

Warga Desa Wahau Baru menyampaikan aspirasi untuk pembangunan sekolah dan rumah ibadah, termasuk dukungan untuk yayasan pesantren di wilayah tersebut.

“Di Wahau Baru, masyarakat meminta pembangunan sekolah dan yayasan pesantren. Ini menjadi salah satu prioritas yang akan kami perjuangkan,” ujarnya.

Di Desa Wanasari, warga menghadapi tantangan selama masa Replanting (Peremajaan Sawit Rakyat/PSR). Selama proses ini, petani tidak memiliki penghasilan tetap dan memerlukan dukungan untuk alternatif ekonomi.

“Warga mengusulkan pengembangan tambak ikan atau kolam ikan sebagai sumber pendapatan alternatif selama masa Replanting. Selain itu, mereka meminta program bantuan PSR untuk keberlanjutan kebun sawit,” terangnya.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan untuk perbaikan infrastruktur, seperti jalan desa, rumah ibadah, dan akses air bersih. Masalah air bersih menjadi isu utama di wilayah eks-transmigrasi, baik di Wahau maupun Kongbeng.

“Air bersih di daerah eks-transmigrasi masih menjadi masalah besar. Hampir semua wilayah di Wahau dan Kongbeng meminta percepatan penyambungan jaringan PDAM,” ungkapnya.

Selain itu, perbaikan jalan dan rumah ibadah di Desa Wanasari juga menjadi permintaan prioritas warga.

“Semua masukan ini kami catat untuk disampaikan kepada pemerintah daerah agar dapat segera direalisasikan. Kami berharap pembangunan bisa berjalan lebih merata di seluruh wilayah,” pungkasnya. (adv)

 

 

 

 

 

 

 

views 359 

Baca Juga