Top Picks
Dispar Kutim Gelar Bimtek Go Digital Marketing Pelaku Usaha Ekraf Puluhan Peserta Dari Berbagai Daerah di Kalimantan Timur Ikuti Lomba Burung Pada Ajang Bupati Cup Kutim III Siapkan Bonus Bagi Juara, Kasmidi Lepas Atlet IPSI Kutim Berlaga di Kejurda DPK Kaltim Kerjasama dengan DPK Kabupaten Paser Selama 5 Tahun Rencana Presiden Bermalam di Titik Nol IKN, Dishub Kaltim Atur Rekayasa Lalu Lintas Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pemerataan Pembangunan Infrastruktur

Syaiful Soroti Minimnya Fasilitas Pendidikan di Wilayah Pelosok Kutim

Fokuskaltim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Syaiful Bakhri, menyoroti minimnya tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan di daerah terpencil, seperti Kecamatan Bengalon.

“Penambahan sarana seperti gedung sekolah harus diimbangi dengan tenaga pengajar baru. Namun, aturan yang melarang pengangkatan tenaga honorer menjadi kendala besar,” ungkapnya  belum lama ini.

Syaiful memberikan contoh kondisi di Dusun Kudung, Kecamatan Bengalon, di mana akses ke sekolah terdekat membutuhkan perjalanan sejauh 5 kilometer. Ia juga menyoroti sekolah yang sudah melebihi kapasitas murid, seperti di PT Anugerah Energitama, serta usulan pembangunan gedung baru di desa persiapan Tepian Budaya.

Politisi PKS ini juga menyoroti pentingnya fasilitas pendidikan yang layak, seperti laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan perpustakaan, yang hingga kini masih minim di sekolah-sekolah pinggiran.

“Setiap sekolah harus memenuhi standar tertentu, mulai dari tenaga pendidik minimal S1 hingga ruang belajar dan fasilitas pendukung lainnya,” tegasnya.

Selain itu, Syaiful mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi transportasi siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Ia mengapresiasi beberapa perusahaan, seperti PT Anugerah Energitama dan PT Bima Palma Nugraha, yang telah menyediakan bus sekolah bagi anak-anak karyawannya, dan mendorong pemerintah daerah untuk mengadopsi langkah serupa.

“Transportasi siswa untuk sekolah negeri sangat penting. Kenapa tidak difasilitasi? Ini yang perlu kita dorong. Saya berharap kedepannya dengan perbaikan tenaga pendidik, fasilitas, dan transportasi, pendidikan di daerah terpencil Kutai Timur dapat semakin maju dan setara dengan daerah lain.(adv)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
views 438 

 

Baca Juga