Top Picks
Agusriansyah: Diskusi Tidak Mengurangi Esensi Perjuangan Buruh Hadiri Mubes Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Jalan, Sri Komitmen Tingkatkan Seni Budaya Berau Izin Belajar PNS Kini Lebih Ringan, PPPK Belum Terakomodasi Bersama Kasmidi, Ardiansyah Hadiri Peringatan HAN 2022 Gelaran IGTKI Kutim Dishub Kaltim Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2023 Yan Ipui, Pemerataan Terhadap P3K Harus di Lakukan

Fraksi PKS Minta Investasi BUMD di Maksimalkan

Fokuskaltim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Syaiful Bakhri sampaikan pandangan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kutai Timur, Fraksi meminta pemerintah daerah lebih bijak dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, dalam rapat paripurna ke-20, Jumat (22/11/2024).

Disebutlan, APBD Kutim 2025 mencatat alokasi belanja sebesar Rp11,136 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp5,603 triliun dihabiskan untuk belanja operasi—kategori pengeluaran yang sifatnya jangka pendek. Menurut Syaiful, komposisi ini perlu ditinjau ulang untuk memastikan anggaran terserap secara optimal.

“Belanja operasi adalah pengeluaran rutin untuk kegiatan sehari-hari. Namun, untuk ke depan, alokasi ini harus seimbang dengan belanja modal, yang memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Syaiful di hadapan forum.

Ia menekankan pentingnya belanja modal yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, ketidakseimbangan antara belanja operasi dan belanja modal dapat menghambat pencapaian visi pembangunan daerah.

Selain belanja operasi, perhatian juga diberikan pada pembiayaan daerah sebesar Rp15 miliar yang dialokasikan sebagai modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fraksi PKS meminta pemerintah memastikan efisiensi dan akuntabilitas investasi ini.

“Investasi ke BUMD harus menghasilkan keuntungan yang signifikan. Laba yang dihasilkan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” tegas Syaiful.

Fraksi PKS menggarisbawahi pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengeluaran rutin, tetapi juga berinvestasi pada program yang memberikan manfaat jangka panjang. (adv)

 

 

 

 

 

 

 

views 478

Baca Juga