Top Picks
60 Rider Ikut Berpartisipasi Pada Event Trailgame  Open Championship Arkazac 3, Yang di Gelar Dispora Kutim dan IMI Kaltim Dewan Minta Informasi Beasiswa Kaltim Tuntas Disosialisasikan Secara Merata Ingin Jadi yang Paling Berkesan DPRD Kaltim Dengar Penyampaikan Ringkasan LKPJ Gubernur Kalimantan Timur 2022 Kunjungi Pra Penas KTNA 2022, Isran Dapat Sambutan Baik Peserta Pameran 26 Syawal, Pemkab Kutim Syafari Halal Bihalal 1445 Hijriah di Kecamatan Sangkulirang

Anjas Soroti Sejumlah OPD Kekurangan Tenaga Kerja yang Kompeten

Fokuskaltim.com –Wakil Ketua I DPRD Kutim, Sayid Anjas soroti minimnya tenaga kerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang mengakibatkan terhambatnya pelayanan publik, khususnya di instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sayid menegaskan bahwa masalah ini harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia menyebut, banyak OPD kekurangan pegawai teknis yang berperan penting dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Masih banyak OPD yang hanya memiliki operator untuk menjalankan fungsi-fungsi teknis. Ini sangat menghambat kinerja mereka,” ujar Sayid Anjas dalam keterangannya kepada media, belum lama ini.

Salah satu contoh adalah Dinas Koperasi dan UMKM, yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Namun, instansi ini justru kekurangan tenaga kerja yang memadai untuk mendukung tugasnya.

Anjas mendesak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim segera mencari solusi konkret untuk mengatasi kendala ini. Menurutnya, optimalisasi pelayanan publik adalah tanggung jawab bersama yang tak bisa ditunda.

“Keluhan tentang keterlambatan pelayanan sering muncul karena kurangnya tenaga teknis. Ini harus menjadi fokus pemerintah untuk segera ditangani,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kutim siap mendukung pengalokasian anggaran tambahan jika masalah ini disebabkan keterbatasan dana. Termasuk, kata Anjas, penyediaan insentif yang memadai bagi para pegawai.

“Kalau anggaran menjadi kendala, DPRD siap menambahkannya. Jangan sampai pelayanan publik terganggu hanya karena kekurangan pegawai atau insentif yang kurang memadai,” tambahnya.

Anjas menutup dengan mengingatkan bahwa pelayanan publik yang cepat dan berkualitas merupakan komitmen bersama antara pemerintah dan DPRD.

“Pelayanan yang optimal adalah wujud tanggung jawab kita kepada masyarakat. Ini harus menjadi prioritas demi kenyamanan dan kepuasan publik,” tandasnya. (adv)

 

 

 

 

 

 

 

views 478

Baca Juga