Top Picks
Penerapan Standarisasi Ujian Sekolah di Kutim Dipantau LPMP Kaltim Penerapan Jadwal Sekolah Full Day, DPRD Minta Evaluasi Kembali Pemkab Kutim Usulkan Penyertaan Modal PDAM Tahun 2020 Capai Rp 19,5 M Sahkan RPJPD, Berau Tetapkan Visi Destinasi Wisata Terkemuka 2045 Puncak HAN 2023, Walikota Himbau Orang Tua Perhatikan Kebahagiaan dan Tumbuh Kembang Anak PBFI Kutim Seleksi Atlet, Kasmidi: Pertahankan Juara, Agar Tidak Dibilang Jago Kandang

Sabaruddin Soroti Lambatnya Investigasi Insfrastruktur

fokuskaltim.com - Kasus kerusakan Jembatan Mahakam I yang terjadi akibat insiden tabrakan kapal terus menjadi sorotan publik. Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sabaruddin Panrecalle, menyoroti lambannya progres investigasi dan pemulihan infrastruktur vital ini. Meski pihak pelaku tabrakan telah bersedia bertanggung jawab, kejelasan nilai kerugian dan penanganan kerusakan masih terkatung-katung.

 

Jembatan Mahakam I, yang menghubungkan Kota Samarinda dengan daerah lainnya, telah mengalami kerusakan parah akibat tabrakan kapal beberapa waktu lalu. Insiden ini memicu perhatian besar, mengingat jembatan tersebut menjadi salah satu fasilitas transportasi vital bagi ribuan warga di Kaltim. Namun, meskipun lebih dari sebulan berlalu, progres perbaikan dan investigasi kerusakan jembatan tersebut masih terhambat.

 

Sabaruddin Panrecalle, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, menyampaikan kekhawatirannya mengenai lambannya proses penghitungan kerugian dan kerusakan yang terjadi. Dalam wawancaranya, ia menjelaskan bahwa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) bersama konsultan masih melakukan perhitungan ulang kerusakan, namun tidak ada kepastian kapan proses ini akan selesai.

 

“Kami dapat informasi dari BPJN, mereka masih menghitung ulang kerusakan bersama konsultan. Tapi kapan selesainya, belum tahu juga,” ujarnya.

 

Menurut data sementara yang beredar, estimasi kerugian untuk salah satu komponen kerusakan saja bisa mencapai Rp 30 miliar. Meskipun demikian, angka tersebut belum mencakup keseluruhan kerusakan, sehingga Sabaruddin menekankan pentingnya kejelasan informasi.

 

“Itu baru sebagian kecil. Untuk keseluruhan kerusakan, belum ada kepastian. Jadi kami masih menunggu informasi resmi,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Sabaruddin mengkritik lambannya penanganan teknis di lapangan. DPRD Kaltim, sebagai lembaga pengawas, merasa perlu untuk memastikan bahwa proses perbaikan jembatan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. “Jangan sampai publik menilai pemerintah abai terhadap fasilitas umum yang krusial. Jembatan Mahakam bukan sekadar beton, tapi urat nadi transportasi ribuan warga,” tegasnya. (Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga