Top Picks
Arang Jau Harap Keharmonisan Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan Terus Dipertahankan UMK Kutim 2023 Disepekati Naik Menjadi Rp3,3 Juta Dispora dan Kesbangpol Kaltim Kolaborasi Rekrutmen Paskibraka Kembali Gelar Pasar Murah di Kecamatan Sangkulirang, Disperindag Sediakan Sebanyak 3.100 Paket Sembako Murah Untuk Masyarakat Sebanyak 159 PNS Pemkab Kutim Ikuti Pembekalan Ujian Dinas Garapan BKPSDM Kutim bekerjasama Dengan Kantor Regional VII BKN Banjarmasin 1.146 Peserta SKD Lolos Passing Grade, Setelah Diranking, Ikuti SKB Seleksi CPNS Kutim

Subandi Desak Penanganan Banjir Secara Terpadu dan Berkelanjutan

fokuskaltim.com - Penanganan banjir di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Subandi, menyoroti pendekatan parsial yang selama ini diterapkan dan mendesak adanya strategi kolaboratif lintas pemerintahan. Ia menyampaikan kritik tajam dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa pekan lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

 

Subandi menilai bahwa penanganan banjir di Samarinda belum menyentuh akar persoalan. Ia menyebut bahwa langkah-langkah yang selama ini dilakukan masih bersifat tambal sulam, tidak sistematis, dan minim koordinasi. “Masalah banjir di Samarinda itu kompleks. Tidak cukup hanya dengan normalisasi drainase atau pengerukan sungai,” ujarnya.

 

Menurutnya, posisi strategis Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur menjadikan isu banjir bukan semata persoalan lokal. Kota ini, kata Subandi, menjadi pusat interaksi dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim serta kerap menerima kunjungan dari tamu nasional maupun internasional.

 

“Kalau kota ini terus kebanjiran, aktivitas ekonomi, sosial, dan birokrasi akan terganggu,” tegasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga