Top Picks
Ketua Hasan Tekankan Perlindungan Perempuan dan Anak di Wilayah 3T Kasmidi Bersama Ratusan Bikers Ramaikan Adhyaksa Fun Bikers Bupati Ardiansyah Hadiri Undangan Buka Puasa Bersama PT Indominco Mandiri Kembali Gelar Bupati Cup Usia Dini, Ketua Koni Kutim Apresiasri Pemkab Kutim Beri Perlindungan Terhadap Pekerja, Dewan Nilai Program Ketenagakerjaan Investasi Jangkah Panjang Capai Penilaian Merit, Pemkab Berau Terima Penghargaan KASN

Damayanti Soroti Lemahnya Kearsipan Pemprov Kaltim

fokuskaltim.com - Sistem administrasi dan kearsipan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menjadi sorotan tajam Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD. Kondisi ini, menurut anggota Pansus Damayanti, menjadi salah satu penyebab utama rendahnya tindak lanjut terhadap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI selama empat tahun terakhir.

 

Masalah ini terungkap dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kaltim Tahun 2024. Damayanti, anggota Pansus LKPJ, mengungkapkan bahwa sebagian besar organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Kaltim masih belum tertib dalam hal administrasi dan pengarsipan.

 

“Kemarin sempat kita panggil teman-teman OPD, rata-rata memang kearsipannya yang agak kurang tertib. Padahal ini menyangkut akuntabilitas tata kelola,” ujarnya.

 

Kelemahan tersebut berdampak langsung pada kemampuan OPD dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK. Banyak temuan yang bersifat administratif, namun sulit ditindaklanjuti karena dokumen pendukung tidak tersedia atau tersimpan dengan buruk.

 

“Banyak OPD itu justru kesulitan mencari dokumen karena cara penyimpanan administrasinya tidak tertib. Ini juga soal warisan sejarah. Arsip itu penting karena dari sana kita bisa melacak pembangunan dari masa ke masa,” kata Damayanti.

 

Kondisi ini tidak hanya menjadi catatan internal, tetapi juga berisiko mencoreng kredibilitas Pemprov Kaltim di mata nasional, terlebih ketika daerah ini sedang berada dalam sorotan sebagai tulang punggung IKN.

 

“Pansus menilai rendahnya capaian ini telah terjadi selama empat tahun berturut-turut. Jika tidak ditindak serius, ini akan memperlemah posisi Kaltim sebagai contoh tata kelola daerah,” tambahnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga