Top Picks
Berau Genjot Animo Literasi Masyarakat Bupati Kutim Lepas 20 Atlet Panjat Teping Ikut Kejurprov Kaltim, Jangan Minder Tunjukan yang Terbaik Hari Pustakawan Nasional 2025, DPK Dorong Peningkatan Kompetensi Petugas Perpustakaan IKAL Kaltim Gelar Pemantapan Kebangsaan Bagi Masyarakat PPU Firnadi Ingatkan Ancaman Alih Fungsi Lahan Hadiri Kejurnas Baveti XI Tahun 2024, Ekti: Tetap Semangat Dan Terus Berprestasi

Revatalisasi Pasar Klandasan Tuai Sorotan Legislator Kaltim

fokuskaltim.com - Proyek revitalisasi Blok D Pasar Klandasan di Balikpapan menuai sorotan tajam dari anggota DPRD Kalimantan Timur, La Ode Nasir.

 

Politisi Fraksi PKS itu menegaskan bahwa pembenahan fasilitas pasar tidak boleh mengorbankan pedagang yang telah lama mencari nafkah di sana.

 

“Revitalisasi jangan sampai jadi alasan menggusur pedagang tanpa solusi,” ujarnya tegas.

 

Revitalisasi Pasar Klandasan yang digagas Pemerintah Kota Balikpapan mendapat dukungan penuh dari legislatif. Namun, La Ode Nasir, anggota Komisi I DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan Balikpapan, menekankan bahwa pendekatan yang digunakan harus lebih manusiawi. Ia meminta agar relokasi pedagang dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sosial dan keberlangsungan usaha warga kecil.

 

“Jangan hanya revitalisasi fisik, tapi para pedagang justru jadi korban,” katanya.

 

Menurut La Ode, pemerintah perlu menghadirkan solusi konkret seperti penyediaan lapak sementara, skema ganti untung yang adil, serta keterlibatan aktif pedagang dalam proses perencanaan. Langkah ini penting agar revitalisasi tidak berubah menjadi bentuk penggusuran terselubung.

 

La Ode juga menaruh harapan besar terhadap masa depan Pasar Klandasan. Ia menyebut pasar tersebut bisa menjadi pasar tradisional nomor dua terbesar setelah Pasar Pandansari. Dengan penataan yang baik, ia meyakini daya saing pasar tradisional akan meningkat meski harus bersaing dengan ritel modern yang terus tumbuh.

 

“Harapannya, Pasar Klandasan bisa jadi nomor dua setelah Pandansari. Pedagang harus diberi ruang untuk tumbuh,” tambahnya.

 

Namun, kritik juga dilayangkan terkait rencana lokasi parkir yang dinilai terlalu jauh dari area pasar. Menurut La Ode, hal itu justru bisa menurunkan minat pengunjung dan berdampak negatif terhadap pendapatan pedagang.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga