Top Picks
Koordinasi Dengan BBJPN Terkait Jalan Rusak Kaltim Proyek Multiyears 2023, DPRD Kutim Berikan Lampu Hijau Sedang Wisata di Balikpapan! Ini 10 Kuliner Rekomendasi Yang Wajib Anda Coba Langkah Cegah Covid-19, SMPN 1 Sangatta Utara Siapkan Sabun Cuci Tangan Muswil VIII PP, Isran Beri Pesan Untuk Pemuda Tegaskan Pentingnya Perda Bantuan Hukum, Nasir: Untuk Memberikan Rasa Keadilan Bagi Masyarakat

Baharuddin Muin Tekankan Pembangunan IKN Tingkatkan Hidup Masyarakat

fokuskaltim.com - Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, menyoroti kemajuan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) — salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.

 

Ia menyampaikan apresiasi sekaligus kritik membangun dalam wawancara di Samarinda, menekankan bahwa pembangunan harus menyentuh kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

 

Pembangunan infrastruktur besar-besaran di kawasan Penajam Paser Utara, terutama jalan penghubung dari Sepaku ke Petung dan jalur menuju perbatasan, dinilai Baharuddin sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan Ibu Kota Nusantara. “Ini bukti nyata bahwa pembangunan memang berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Namun, politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari jalan yang mulus atau gedung yang berdiri megah. “Kami ingin kualitas hidup masyarakat juga ikut meningkat. Setiap pembangunan harus membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Baharuddin, menyoroti pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan manusia.

 

Menurutnya, infrastruktur memang menjadi pemantik utama kemajuan berbagai sektor penting seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Namun makna dari sebuah jalan yang baik lebih dari sekadar akses fisik—melainkan juga sebagai sarana memperlancar distribusi hasil tani, memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, serta meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dasar di desa-desa terpencil.

 

Baharuddin juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi warga dalam proses pembangunan. “Mereka harus menjadi subjek, bukan sekadar objek. Dengan begitu, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan akan tumbuh, dan manfaatnya akan jauh lebih besar,” tegasnya.

 

Dalam pandangannya, masyarakat yang terlibat aktif akan lebih siap menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang ada.


Di tengah gegap gempita pembangunan IKN, Baharuddin mengingatkan bahwa indikator sejati keberhasilan bukanlah monumen beton, melainkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. “Keberhasilan sejati ada pada perubahan nyata—ekonomi yang meningkat, pendidikan yang lebih baik, dan layanan kesehatan yang mudah diakses,” ujarnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga