Top Picks
Stik Pisang, Produk Kuliner dengan Inovasi Terbaru Disdikbud Kutim Gelar Kegiatan Penyusunan Program Penginputan Renja Pendidikan SIPD RI Berbasis Rincian, Sesuai Visi dan Misi Pemkab Kutim Kejurprov PASI Kaltim 2022, Kasmidi : Inventarisasi Atlet Untuk Diikutkan Kejurnas 84 Ribu Pendaftar BKT 2022 Tunggu Verifikasi Ardiansyah Targetkan Tahun 2023 Sangatta Utara Dan Selatan Bebas Sampah DPK Bontang Beri Bimbingan Magang Bagi Pengelola Perpustakaan Binaan

Pemprov Kaltim Targetkan 800 Titik Internet Desa Terealisasi 2025

Fokuskaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menunjukkan keseriusannya menepati janji Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Melalui program Gratispol, Pemprov menargetkan pemasangan 800 titik internet desa hingga akhir 2025.

Fokus utama program ini adalah menjangkau desa-desa terpencil yang bahkan belum terakses jaringan seluler. Salah satu titik awal implementasi berada di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Upaya ini menjadi langkah nyata pemerataan akses informasi dan komunikasi digital hingga pelosok Bumi Etam.

Plt Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo, menjelaskan bahwa sosialisasi intensif dilakukan bersama pemerintah daerah.

 “Sosialisasi menjadi bagian penting untuk mewujudkan target 190 desa di Kutai Barat dapat terjangkau internet pada 2025,” terangnya.

Selain pemerataan, Pemprov juga menyiapkan skema penghargaan bagi desa yang produktif memanfaatkan layanan internet. Bentuknya berupa penambahan bandwidth.

“Kami akan memberi penghargaan kepada desa yang benar-benar memanfaatkan fasilitas ini secara produktif,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kubar, Rustam, menyebut sekitar 30 kampung belum teraliri listrik PLN. Karena itu, prioritas pemasangan akan diberikan pada wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten.

Proses pemasangan dimulai awal Juni 2025. Dari total 800 titik yang direncanakan, sebanyak 30 titik akan menggunakan teknologi satelit Starlink untuk wilayah dengan medan sulit dan tanpa jaringan konvensional.

Guna mendukung kelancaran, setiap kecamatan akan menyiapkan teknisi Unit Manajemen Sistem (UMS). Hal ini juga diperkuat dukungan Telkom.

“Kami pastikan teknisi tersedia di setiap kecamatan untuk mempercepat respons jika terjadi kendala,” terang Account Manager Telkom, Dinda Annisa.

Program ini tidak berhenti pada pemasangan semata. Pemprov menegaskan keberlanjutan hingga pasca-instalasi agar internet benar-benar dimanfaatkan masyarakat secara maksimal, baik untuk pendidikan, layanan publik, maupun peningkatan ekonomi desa. (ADV)

 

 

 

 

 

 

 

Views 618 

 

Baca Juga