Top Picks
Wabup Kunker ke Pinrang Kerjasama Pertanian, Perkebunan dan Kemaritiman BUMK Berau Borong Juara di Ajang Anugerah Desa Membangun Kaltim Hadiri Apel Gelar Pasukan Polri Operasi Mantap Brata, Joni Berharap Persiapan Yang Mantap Untuk Keberlansungan Pemilu 2024 Mendatang 2024 Mendatang, Pemkab Kutim Menargetkan 18 Kecamatan akan Teraliri Listrik Duka Cita Untuk KRI Nanggala 402, Isran Imbau Bendera Setengah Tiang Selama Tiga Hari Fraksi PPP Kutim Singgung Tak Maksimalnya Realisasi Belanja APBD 2021

Green Aquaculture Kutim Dipastikan Jadi Agenda Prioritas Pembangunan Pesisir

Fokuskaltim.co - Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengawali langkah besar transformasi sektor perikanan daerah melalui gagasan Green Aquaculture Kutim yang dirancang Dinas Perikanan Kutim.

Program tersebut merupakan gagasan Kepala Dinas Perikanan Kutim, H Yuliansyah. Dan mendapat respons positif dari jajaran pimpinan daerah, menandakan pentingnya agenda modernisasi budidaya perikanan bagi masa depan pesisir Kutim.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menjadi salah satu figur yang paling tegas menyampaikan komitmen tersebut. Menurutnya, perubahan pola budidaya tidak lagi dapat ditunda, terutama karena potensi pesisir Kutim sangat besar dan membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif.

“Green Aquaculture Kutim kita dukung penuh. Program ini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi memastikan usaha tambak tetap selaras dengan kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove,” ujar Ardiansyah.

Dukungan serupa datang dari, Wakil Bupati, Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim, Jimmi, Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, hingga Kepala DKP Provinsi Kaltim Irhan Hukmaidy. Barisan dukungan ini menegaskan bahwa Green Aquaculture telah diposisikan sebagai bagian dari kebijakan strategis sektor maritim Kutim.

Dijelaskan bahwa program tersebut menargetkan revitalisasi dan pengembangan 5.000 hektare tambak berbasis teknologi modern. Sistem kualitas air yang terukur, efisiensi pakan, serta tata kelola produksi akan diperbarui agar peningkatan produktivitas tidak berbanding lurus dengan kerusakan lingkungan.

“Pendekatan ini diharapkan menciptakan tambak yang lebih produktif, sekaligus mendukung kesejahteraan petambak,” jelasnya.

Dengan dukungan ini, Green Aquaculture Kutim diproyeksikan menjadi fondasi ekonomi pesisir yang lebih hijau, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah menegaskan, perubahan ini adalah investasi bagi masa depan, ekosistem tetap terjaga, masyarakat tetap sejahtera. (ADV)

 

 

 

 

 

 

 

Views 388

Baca Juga