Top Picks
Seno Aji Pimpin Rapat Banmus Revisi Agenda Kegiatan DPRD Kaltim Prioritaskan Pengembangan SDA Dalam RPJPD, Dewan Dukung Langkah Pemerintah Masuk Lima Besar, Pemkab Berau Tancap Gas Pengembangan Pariwisata Sosialisasi dan Edukasi Literasi Digital Dihadiri Ribuan Warga Balikpapan Mukerda Wahdah Islamiyah, Jadi Wadah Sinergi Ormas Dengan Pemerintah BPJPH Kementerian Agama Menetapkan Label Halal Baru

Diskop UMKM Kutim Perkuat Pelayanan Koperasi Lewat Inovasi SIGAP

Fokuskaltim.co - Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan koperasi melalui inovasi Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP). Sistem berbasis web tersebut dikembangkan sebagai bagian dari aksi perubahan Kepala Bidang Kelembagaan, Firman Wahyudi, dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Proses pengembangan SIGAP melibatkan kolaborasi erat bersama BRIDA, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, dan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo Staper) Kutim.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan bahwa SIGAP dirancang untuk menjawab hambatan pendataan manual yang selama ini menyebabkan keterlambatan data, potensi duplikasi, hingga kurang optimalnya pembinaan koperasi.

“SIGAP hadir untuk menghadirkan efisiensi pengawasan, transparansi kelembagaan, dan penguatan tata kelola koperasi. Ini langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik Diskop,” terangnya.

Dalam SIGAP, status koperasi disajikan secara real-time dan terklasifikasi dalam tiga kategori, hijau (aktif), kuning (kurang aktif), dan merah (tidak aktif). Penyajian kategori ini memudahkan pemerintah dalam menetapkan prioritas pembinaan dan evaluasi.

"Kami akan memastikan sistem tersebut akan menjadi alat penting dalam penyusunan strategi pengembangan ekonomi kerakyatan," ucapnya.

Sementara itu, Firman Wahyudi selaku inovator menjelaskan bahwa SIGAP tidak hanya menampilkan data, tetapi juga menjadi perangkat kontrol yang memudahkan tindak lanjut pembinaan.

“Dengan SIGAP, setiap koperasi bisa terpantau progresnya. Ini memudahkan kami merancang pendampingan yang tepat sasaran,” ungkapnya.

Diskop UMKM Kutim menargetkan penggunaan SIGAP dapat diperluas hingga seluruh koperasi aktif di daerah. Dengan dukungan lintas sektor dan penguatan sumber daya, SIGAP diharapkan menjadi pondasi digital yang memperkuat profesionalisme koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutim. (ADV)

 

 

 

 

 

 

Views 499

Baca Juga