Top Picks
30 Wasit Voli Kutim Dibekali Pelatihan Wagub Terima Kunjungan Direktur Pencegahan BNPT Sutomo Jabir Sosialisasikan Perda P4GN Mulai Hari Ini, Super Air Jet Buka Rute Berau Surabaya Libur Idul Fitri 2023, Pemprov Kaltim Terbitkan Edaran Terkait Sampah Diskop UKM Kutim Gelar Pelatihan Akuntan Koperasi Angkatan II Guna Tingkat Kualitas Menejeman Koperasi Sehat

Kidang Temukan Usulan Warga Bengalon Tertunda hingga 6 Tahun

fokuskaltim.co - Ditemui pasca sidang paripurna penyerahan laporan hasil reses pada Jumat (05/03/21), Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Fraksi Partai Berkarya, Masdari Kidang, berbagi cerita tentang resesnya di Kecamatan Bengalon, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, cukup banyak warga Bengalon memberikan usulan-usulan serta harapan di daerah Bengalon. Usulan tersebut terdiri dari pembangunan infrastruktur jalan, rumah ibadah, hingga penyelesaian masalah pembebasan lahan di wilayah Bengalon.

Kidang menyatakan, dirinya melakukan survei kecil-kecilan selama kegiatan reses di Bengalon, melihat permintaan dan usulan masyarakat yang selama ini belum terealisasi. Bahwa, cukup banyak usulan atau aspirasi masyarakat yang tak terealisasi meski sudah diajukan.

“Ada (usulan) sampai enam tahun lamanya dikumpulkan dan masih banyak yang tertunda. Bahkan ketika dia belum duduk di DPRD,” ucap Kidang.

“Janji-janji yang dulu nggak dikerjakan kebanyakan itu jalan, tempat ibadah, masalah pertanian. Karena kan yang itu-itu yang paling penting sangat dibutuhkan masyarakat,” lanjutnya.

Kidang menjelaskan, pandemi covid-19 yang belum berakhir ini memberi pengaruh terhadap sistem perekonomian pemerintahan daerah, sehingga banyak aspirasi rakyat tak kunjung terealisasi. Hal itu dianggapnya menjadi salah satu masalah yang sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Terus kemarin setelah itu (usulan) bibit, semua bibit dari bibit jagung sampai biji coklat, bahkan ada yang minta bibit sawit sendiri. Tapi saya juga sudah coba usulkan ke teman-teman (anggota DPRD) di provinsi agar dapat membantu, supaya aspirasi masyarakat Bengalon bisa maksimal terealisasi,” paparnya.

“Meskipun saya juga gak bisa janji semuanya, tapi tetap saya akan tampung masalah-masalah ini untuk saya coba carikan solusinya bagaimana,” tambah Kidang bererita dengan dialek khas adat Kutai. (adv)

Baca Juga