Top Picks
Faizal Soroti Munculnya Silpa Sebesar 43 Miliar Dari Proyek MYC Pelabuhan Kenyamukan Naik 7 Persen, Puncak Arus Balik Bandara APT Pranoto Diprediksi Terjadi 1 Mei Gelaran Olahraga Sepakbola di Kutim , Mendapat Apresiasi DPRD Sekretaris Komisi B, Leni Dorong Pemerintah Atasi Masalah Sengketa Lahan dan Peningkatan Infrastruktur Guna Tarik Investor Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kutim, Pemkab Kutim Sampaikan Nota Pengantar Raperda Pertanggung Jawaban APBD Tahun Anggaran 2022 Tergenang Banjir Tahun Lalu, SMKN 1 Sangatta Utara Catat Hanya 5 Ribu Buku Tersisa

Kidang Temukan Usulan Warga Bengalon Tertunda hingga 6 Tahun

fokuskaltim.co - Ditemui pasca sidang paripurna penyerahan laporan hasil reses pada Jumat (05/03/21), Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Fraksi Partai Berkarya, Masdari Kidang, berbagi cerita tentang resesnya di Kecamatan Bengalon, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, cukup banyak warga Bengalon memberikan usulan-usulan serta harapan di daerah Bengalon. Usulan tersebut terdiri dari pembangunan infrastruktur jalan, rumah ibadah, hingga penyelesaian masalah pembebasan lahan di wilayah Bengalon.

Kidang menyatakan, dirinya melakukan survei kecil-kecilan selama kegiatan reses di Bengalon, melihat permintaan dan usulan masyarakat yang selama ini belum terealisasi. Bahwa, cukup banyak usulan atau aspirasi masyarakat yang tak terealisasi meski sudah diajukan.

“Ada (usulan) sampai enam tahun lamanya dikumpulkan dan masih banyak yang tertunda. Bahkan ketika dia belum duduk di DPRD,” ucap Kidang.

“Janji-janji yang dulu nggak dikerjakan kebanyakan itu jalan, tempat ibadah, masalah pertanian. Karena kan yang itu-itu yang paling penting sangat dibutuhkan masyarakat,” lanjutnya.

Kidang menjelaskan, pandemi covid-19 yang belum berakhir ini memberi pengaruh terhadap sistem perekonomian pemerintahan daerah, sehingga banyak aspirasi rakyat tak kunjung terealisasi. Hal itu dianggapnya menjadi salah satu masalah yang sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Terus kemarin setelah itu (usulan) bibit, semua bibit dari bibit jagung sampai biji coklat, bahkan ada yang minta bibit sawit sendiri. Tapi saya juga sudah coba usulkan ke teman-teman (anggota DPRD) di provinsi agar dapat membantu, supaya aspirasi masyarakat Bengalon bisa maksimal terealisasi,” paparnya.

“Meskipun saya juga gak bisa janji semuanya, tapi tetap saya akan tampung masalah-masalah ini untuk saya coba carikan solusinya bagaimana,” tambah Kidang bererita dengan dialek khas adat Kutai. (adv)

Baca Juga