Top Picks
Kiprah MKMK dan Menjadikan Dewan Pers Bukan Super Bodi Diskominfo Terus Bangun Percepatan Transformasi Digital di Kaltim FGD Kajian Kelayakan TPST, Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah Giat Membangun Kampung, Bupati Tinjau Pembangunan Jalan Merancang Ilir Dispora Kutim Mantapkan Dua Arah Kebijakan, Penguatan Olahraga dan Pemberdayaan Pemuda Menuju PON 2024, Tapip : Harapkan Jaga Kesehatan Fisik Atlet

DPRD Kutim Dorong Pembangunan Drainase Singa Gembara

fokuskaltim.co - Saat melakukan reses di Desa Singa Gembara beberapa waktu lalu, anggota DPRD Kutai Timur, David Rante, mengaku menerima permintaan masyarakat agar pembangunan kanal Singa Gembara di desa Singa Gembara, dilanjutkan pembangunannya. Sebab proyek multi years itu, dinilai belum selesai karena belum terhubung dengan kanal di Gang Dayung.

“Saat saya reses di Desa Singa Gembara, masyarakat mengusulkan agar pemerintah melanjutkan pembangunan kanal Desa Singa Gembara I dan II. Sebab tujuan pembangunan kanal itu agar mengurangi banjir di Desa Singa Gembara yang sering terjadi saat hujan turun. Namun hingga kini proyek itu belum selesai, meskipun waktu pengerjaanya sudah selesai tahun 2020. Karena itu masyarakat berharap, pekerjaan proyek dilanjutkan pada pemerintahan sekarang agar fungsi proyek itu mengurangi banjir, bisa berjalan sesuai dengan rencana semula,” terang David.

DPRD mengaku tidak mengerti mengapa proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan umum (DPU) itu tidak selesai.

“Dengan pemerintahan sekarang dipimpin Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang, kami DPRD Kutim juga berharap proyek dilanjutkan nanti hingga tuntas agar fungsi sebagai proyek pengendali banjir terwujud,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Desa Singa Gembara merupakan salah satu desa langganan banjir di Sangatta. Banjir diakibatkan karena daerah ini memang dataran rendah, yang menjadi tujuan air saat turun hujan. Terutama air yang melimpah dari sekitar tambang KPC.

Meskipun pemerintah telah membangun drainase di kiri-kanan Jal Yos Sudarso, namun belum tersambung dengan baik dengan drainase di Road 9. Akibatnya, air dari sekitar area tambang KPC, melimpah masuk ke Desa Singa Gembara. Karena itu, pemerintah kemudian membangun kanal di sana. Namun, hingga kini belum selesai. Bahkan belum tersambung ke kanal Jalan Dayung, yang bermuara ke kanal utama di Jalan Pendidikan.

Baca Juga