Top Picks
Masdari Kidang Apresiasi Kunker Sosialisasi KPK RI Ke Kantor DPRD Kutim Corona Melanda, Pansus DPRD Kutim Tunda Mediasi Sengketa Lahan Warga-PT MKC Yosep Usulkan Peningkatan Sarana dan Prasarana Damkar Kutim Guna Maksimalkan Implementasi Perda Penanggulangan Kebakaran Apresiasi Pembangunan Puskesmas Sepaso Bengalon, Begini Komentar DPRD Kutim Eks Karyawan Sebut Tunggakan PT IMARI Rp1,2 Miliar Peringati HANI 2025, DPK Bontang Ajak Masyarakat Kompak Lawan Penyalahgunaan Narkotika

DPRD Usulkan Bekas Lahan Tambang Dibuatkan Perda

fokuskaltim.co - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Ramadhani berpendapat bahwa untuk menanggulangi permasalahan yang akan timbul terhadap lahan bekas pertambangan di Kutim, dibutuhkan Peraturan Daerah (Perda) terkait pemanfaatan lahan pasca tambang.

Politisi perwakilan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan, dengan adanya perda pasca tambang akan ada aturan serta landasan hukum yang jelas terhadap pengelolaan lahan bekas pertambangan.

Dikhawatirkan, setelah berakhirnya perusahaan industri pertambangan di Kutim akan terjadi konflik ditengah masyarakat karena saling berebut ingin menguasai ataupun mengelola lahan pasca tambang.

“Perda Pasca Tambang itu harus ada, ini masalah wal. Sekarang belum masalah karena belum ribut,” ujarnya dia belum lama ini.

Dia mencontohkan, lahan tambang milik PT KPC yang luasnya mencapai ribuan hektar akan jadi masalah ditengah-tengah masyarakat jika suatu saat kontrak kerjanya berakhir, karena belum jelas akan dikelola oleh siapa, bagaimana dan digunakan untuk apa.

Untuk itu, Ketua komisi C DPRD Kutim ini mengusulkan agar lahan bekas tambang dibuatkan Perda agar bisa dikelola oleh masyarakat kelompok tani dengan bekerjasama Perusahaan Daerah (Perusda).

Tujuannya, agar ada kontribusi dari segi pendapatan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Alangkah baiknya, ada beberapa kelompok pekebunan dan pertanian yang ada di Kutai Timur ini diberi izin untuk menggunakan lahan itu, tapi dengan kerjasama dengan Perusda,” tutupnya.

Baca Juga