Top Picks
Bupati Kutim Resmi Kukuhkan Pengurus FKDM Kutim Periode 2023 - 2028 Sebagai Ketua KPA Kutim, Wabup Kasmidi Dukung Raperda Pencegahan HIV/AIDS Agar Segera di Sahkan Arang Jau, Targetkan Aspirasi Pengembangan Wisata Alam Kecamatan Kongbeng Rampung Akhir Tahun DPRD Kaltim Dengar Penyampaikan Ringkasan LKPJ Gubernur Kalimantan Timur 2022 Kutim Sebagai Superhub IKN, Wabup Kasmidi Sebut Pemkab Tengah Siapkan Rumusan Kebijakan Jangka Panjang Yang Tertuan Pada RPJPD Irawansyah Ungkap Tak Ada Pemangkasan 25 Persen APBD Kutim 2020

Anggota DPRD Kutim Minta Metode Belajar Daring Dievaluasi

fokuskaltim.co - Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur (Kutim) Asmawardi menilai metode pembelajaran secara daring tidak maksimal.

Pasalnya, belajar dari rumah secara daring merupakan persoalan bagi sebagian siswa maupun orang tua. Apalagi banyak siswa yang mengeluh dengan beban tugas yang diberikan, juga dinilai merupakan sistem belajar yang tidak optimal.

Asmawardi Anggota Komisi D sekaligus sebagai orang tua juga merasakan metode pembelajaran daring yang tidak maksimal.

“Menurut saya, metode belajar sekarang mengurangi fokus anak saja karena yang digunakan handphone setiap harinya untuk belajar” ungkapnya.

Selain itu ia menambahkan, sebagai orangtua ia tak mampu mendampingi anaknya setiap hari untuk belajar dari rumah secara daring. “Saya kan kerja jadi tidak mungkin bisa mengawasi anak belajar dengan metode seperti ini setiap hari” ungkapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional ini menyampaikan harapannya bahwa jika pandemi Covid-19 akan lama masanya, perlu adanya kebijakan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, sampai pemerintah daerah untuk mengatasi masalah pendidikan.

“Kami harap kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah perlu mengeluarkan kebijakan pada persoalan dunia pendidikan ini, jangan biarkan kepala sekolah mengambil kebijakan sendiri harus ada petunjuk teknisnya ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga