Top Picks
Waduk Marangkayu dan Embung Sungai Buluh Langkah Kongkrit Pemprov Kaltim Bangun Sektor Pertanian Hambat Pemadaman Api, Dewan Minta Masyarakat Tidak Berkerumun Saat Terjadi Kebakaran Akses Terendam, Bahan Pokok Melonjak Naik 339 Kasus HIV/AIDS Tahun 2022, Puji Setyowati: Ini Harus Menjadi Perhatian Semua Pihak Masa Kerja Pansus Investigasi Pertambangan Diperpanjang Tiga Bulan Resmi Duduk di Komisi II DPRD Kaltim, Encik Wardani Siap Berkontribusi dan Kolaborasi

Agusriansyah Ingin KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Segera Terwujud

fokuskaltim.co - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Agusriansyah Ridwan menginginkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) segera terealisasi bahkan menjadi kenyataan.

Belum lama ini, Ketua Bapemperda DPRD Kutim itu pun mengikuti rapat koordinasi dan kunjungan pemerintah daerah di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan.

“Menindaklanjuti persoalan KEK MBTK seperti investasi terkait sewa dan analisis mengenai dampak lingkungan dan tata ruang rencana pengembangan pembangunan di Kawasan KEK MTBTK,” jelasnya.

(Kanan) Anggota DPRD Kutim, Agusriansyah Ridwan bersama Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang (kiri) saat menggunjungi KEK MBTK (ist)

 

Sebagai informasi, KEK MBTK ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014. Kawasan ini kaya akan sumber daya alam terutama kelapa sawit, kayu dan energi didukung dengan posisi geostrategis yaitu terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).
ALKI II merupakan lintasan laut perdagangan internasional yang menghubungkan Pulau Kalimantan dan Sulawesi, serta merupakan jalur regional lintas trans Kalimantan, dan transportasi penyeberangan ferry Tarakan-Tolitoli, dan Balikpapan-Mamuju.

KEK MBTK diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut. Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batu bara.

Agusriansyah dalam hal ini menyatakan, terus mengawal dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah, baik Pemprov Kaltim maupun Pemkab Kutim.

“Agar ada progress pergerakan KEK MBTK pada awal tahun 2022, aktivitas ekonomi dan industri hilirisasi dan aktivitas kepelabuhanan berjalan demi komitmen untuk meningkatkan perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat untuk semua terwujud,” jelasnya. (Adv).

Baca Juga